Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bandara dan Maskapai Lindungi Staf dan Penumpang dari Infeksi Virus Corona

Bandara dan maskapai penerbangan mengambil langkah-langkah untuk melindungi staf dan penumpang di tengah meningkatnya kekhawatiran atas wabah virus baru yang berasal dari kota Wuhan di China.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 22 Januari 2020  |  12:42 WIB
Petugas di bandara Kazakhstan memerika penumpang yang tiba dari China untuk mencegah penularan wabah virus corona, 21 Januari 2020 - Reuters
Petugas di bandara Kazakhstan memerika penumpang yang tiba dari China untuk mencegah penularan wabah virus corona, 21 Januari 2020 - Reuters

Bisnis.com,  JAKARTA - Bandara dan maskapai penerbangan mengambil langkah-langkah untuk melindungi staf dan penumpang di tengah meningkatnya kekhawatiran atas wabah virus baru yang berasal dari Kota Wuhan di China.

Setidaknya sembilan orang telah meninggal dan ratusan lainnya telah terinfeksi, termasuk kasus pertama yang dikonfirmasi di AS.

Tingkat kewaspadaan meningkat seiring dengan laju penyebaran virus corona yang bergerak lebih cepat.

Pemerintah China mengatakan akan melakukan pemeriksaan secara nasional dan meningkatkan pemantauan jaringan transportasi selama liburan Tahun Baru Imlek, yang dimulai pada akhir pekan ini.

Masa di mana ratusan juta penduduk China berpergian, dengan periode migrasi tahunan terbesar di dunia, dipastikan akan mempersulit upaya untuk menahan penyebaran virus.

Setiap orang yang ditemukan memiliki gejala seperti demam ketika berada di pos pemeriksaan, yang ada di sepanjang rute perjalanan, akan dihentikan untuk naik pesawat dan kereta api.

Di Hong Kong, otoritas bandara mengatakan pesawat dari Wuhan akan diparkir di area khusus dan menugaskan kontraktor pembersihan untuk mendisinfeksi terminal tempat penumpang datang.

"Pembersihan dan disinfeksi di bandara juga akan ditingkatkan secara keseluruhan," ujar otoritas bandara Hong Kong, dikutip melalui Bloomberg, Rabu (22/1/2020).

Maskapai Cathay Pacific Airways Ltd., menanggapi keluhan dari para awak kabin tentang risiko infeksi dan menyampaikan bahwa staf dapat mengenakan masker ketika bepergian ke China.

Maskapai ini juga membebaskan biaya perubahan jadwal dan rute penerbangan serta pengembalian uang untuk semua tiket yang dikeluarkan sebelum 21 Januari khusus perjalanan ke atau dari Wuhan antara 21 Januari-15 Februari.

Di Korea Selatan, Korean Air Lines Co. menyediakan setelan hazmat untuk kru di pesawat dan berencana mendisinfeksi pesawat yang terbang ke Wuhan setiap hari, bukan bulanan seperti biasanya.

Korea Selatan melaporkan infeksi virus Corona pertama yang dikonfirmasi pada Senin (20/1/2020).

Sementara itu, Bandara Changi meningkatkan pengawasan terhadap semua penumpang dari China, bukan hanya mereka yang datang dari Wuhan.

Maskapai low-cost, Scoot, mengatakan pihaknya telah membuat pengaturan untuk mendistribusikan panduan kesehatan kepada semua penumpang yang datang dari Wuhan.

Disinfektan, pembersih tangan, dan masker bedah akan disediakan di semua penerbangan dari dan menuju China.

Adapun di Jepang, Perdana Menteri Shinzo Abe mengatakan negara itu akan meningkatkan sistem karantina dan pengujian.

Di AS, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di AS menerapkan pemeriksaan kesehatan untuk seluruh kedatangan di bandara di San Francisco, New York dan Los Angeles pada 17 Januari, dan diperluas ke Atlanta dan Chicago pada pekan ini.

"Kami sedang memantau wabah itu dan ada investigasi yang sedang berlangsung terkait situasi yang berkembang pesat," ujar CDC, menyusul diagnosis virus corona pertama di Seattle.

 

 

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bandara
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top