Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mahfud MD Pastikan Penculik Lima WNI adalah Kelompok Abu Sayyaf

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD meyakini penculikan lima warga negara Indonesia di perairan Sabah, Malaysia merupakan kelompok Abu Sayyaf.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 20 Januari 2020  |  17:23 WIB
Kelompok militan Abu Sayyaf - Reuters
Kelompok militan Abu Sayyaf - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD meyakini penculikan lima warga negara Indonesia di perairan Sabah, Malaysia merupakan kelompok Abu Sayyaf.

Lima orang nelayan Malaysia yang merupakan WNI dicokok oleh kelompok teror di perairan Sabah, Malaysia pada Kamis pekan lalu. Kelimanya kemudian dibawa ke Sulu, wilayah Filiphina bagian selatan. Kawasan itu merupakan basis militan Abu Sayyaf.

Penculikan ini hanya berselang beberapa hari setelah seorang WNI yang disandera berhasil diselamatkan pada 15 Januari lalu.

“Justri penculiknya sama [kelompok Abu Sayyaf],” katanya di Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (20/1/2020).

Dirinya akan melakukan diskusi terlebih dulu dengan Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi. Mahfud juga menyayangkan penangkapan ini terjadi lagi setelah sebelumnya tiga orang WNI berhasil dibebaskan.

“Kan ini masalah keamanan di laut. Dan lautnya kan bukan laut Indonesia,” terangnya.

Menko juga sedang memikirkan solusi terkait upaya meminimalisir terjadinya penyanderaan di kemudian hari. Salah satu diantaranya adalah meminta Malaysia tidak melaut ke perairan yang berpotensi didatangi perompak itu.

Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri juga telah berkoodinasi dengan Pemerintah Filipina dan masih menunggu informasi resmi terkait insiden tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mahfud md Abu Sayyaf
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top