Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sandiaga Uno Menyesal Pernah Tolak Tawaran Gojek

Sandiaga Uno mengaku menyesal pernah menolak tawaran Nadiem Makarim untuk menanamkan sahamnya di perusahaan PT Gojek Indonesia pada 2011-2012 lampau.
JIBI
JIBI - Bisnis.com 18 Januari 2020  |  14:52 WIB
Sandiaga Uno - Jaffry Prabu
Sandiaga Uno - Jaffry Prabu

Bisnis.com, JAKARTA - Sandiaga Uno mengaku menyesal pernah menolak tawaran Nadiem Makarim untuk menanamkan sahamnya di perusahaan PT Gojek Indonesia pada 2011-2012 lampau.

Menurut Sandiaga, sebagai pengusaha, ia telah melewatkan kesempatan emas itu.

"I think, I was stupid I guess (saya pikir, saya bodoh) karena tidak ikut investasi di Gojek," ujar Sandiaga seperti dikutip dari Tempo.co.

Sandiaga mengatakan, dulunya Nadiem menawarkan nilai investasi yang sangat rendah sewaktu tengah mencari pemodal perdana. Penawaran itu terjadi saat keduanya sama-sama menghadiri acara yang digelar Mc Kinsey.

Kala itu, Nadiem mencari investor yang mau menyuntik dana untuk perusahaannya senilai US$ 50 ribu. Angka itu setara dengan Rp 700 juta dengan hitungan nilai tukar Rp 14 ribu.

Namun, lantaran Gojek merupakan perusahaan rintisan, Sandiaga tak mau mengambil risiko. Ia lalu melepaskan kesempatan itu.

Padahal, menurut Sandiaga, secara finansial ia seharusnya mampu membiayai Gojek pada waktu itu. Apalagi, di saat yang sama, Sandiaga didapuk sebagai satu dari 40 orang terkaya di Indonesia versi Forbes. Aset Sandiaga memuncak saat perusahaannya, Saratoga Investama, moncer.

Sandiaga membayangkan, seumpama saat itu dia menerima tawaran Nadiem, kini dirinya akan ikut terdaftar sebagai salah satu pemilik Gojek. Meski begitu, Sandiaga mengakui telah memetik sejumlah pelajaran. Dia berujar, sebagai pebisnis, ia seharusnya lebih berani mengambil risiko.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sandiaga uno

Sumber : Tempo.co

Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top