Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Trump Desak Apple Buka data iPhone Milik Pelaku Serangan Florida

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendesak Apple Inc. untuk membuka iPhone yang terkunci milik pria bersenjata pelaku serangan teroris di pangkalan Angkatan Laut Florida, 6 Desember 2019.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 15 Januari 2020  |  08:35 WIB
iPhone XR - Istimewa
iPhone XR - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendesak Apple Inc. untuk membuka iPhone yang terkunci milik pria bersenjata pelaku serangan teroris di pangkalan Angkatan Laut Florida, 6 Desember 2019.

Dalam sebuah tweet pada hari Selasa, Trump mengatakan pemerintah AS membantu Apple dalam masalah perdagangan dan lainnya, jadi sebagai imbalannya, raksasa teknologi yang berbasis di Cupertino, California, harus membuka kunci ponsel yang digunakan oleh pelaku kriminal.

Trump dan Chief Executive Officer Apple Tim Cook telah memupuk hubungan kerja yang unik, dan ikatan ini kemungkinan berkontribusi pada negosiasi negosiasi kesepakatan perdagangan dengan China yang berpotensi menghemat Apple hingga miliaran dolar.

“Kami membantu Apple sepanjang waktu dalam perdagangan dan banyak masalah lainnya, namun mereka menolak untuk membuka telepon yang digunakan oleh para pembunuh, pengedar narkoba, dan elemen kriminal kekerasan lainnya. Mereka harus melangkah dan membantu Negara kita yang luar biasa,” ungkap Trump di akun Twitternya, Selasa (14/1/2020).

Namun, pejabat pemerintah AS, termasuk Jaksa Agung Trump William Barr, telah mengeluh bahwa Apple tidak melakukan cukup banyak hal untuk membantu membuka kunci iPhone milik pelaku.

Apple menolak pernyataan bahwa mereka tidak membantu, dan mengatakan bahwa pihaknya memberikan sejumlah data yang berasal dari cadangan yang tersimpan di komputasi awan.

Apple tidak secara langsung menanggapi permintaan pemerintah untuk membuka kunci perangkat, tetapi menolak untuk membuat alat khusus untuk memberi penyelidik akses ke iPhone yang terkunci.

Namun, sejumlah pakar keamanan mengatakan pemerintah tidak membutuhkan Apple untuk masuk dan menganalisis iPhone pelaku dan dapat menggunakan alat pihak ketiga.

Kicauan Trump tersebut merupakan eskalasi dari percekcokan publik jangka panjang antara Apple dan FBI atas keamanan perangkat dan enkripsi data.

Pada 2016, FBI meminta Apple untuk membuka kunci iPhone milik seorang penembak di balik serangan teroris San Bernardino. Apple menolak, dan CEO Tim Cook mengatakan membuka akses perangkat diibaratkan sebagai penyakit kanker di dunia perangkat lunak.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

apple inc
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top