Polisi Sebut Terapi Serum Stem Cell di Kemang Ilegal

“Terhadap stem cell yang masuk dari luar negeri sudah jelas tidak resmi dan tidak ada izin impor, izin edar, dan dokter yang melakukan tindakannya sudah pasti tidak mempunyai SIP STR-nya (UU Praktik Kedokteran), apabila tindakan dilakukan oleh dokter asing dapat dikenakan IMTA (UU Ketenagakerjaan) dan UU lainnya,” kata Suyudi melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (11/1/2020).
JIBI
JIBI - Bisnis.com 12 Januari 2020  |  13:08 WIB
Polisi Sebut Terapi Serum Stem Cell di Kemang Ilegal
Terapi sel punca - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Polisi menyatakan bahwa terapi serum stem cell di sebuah klinik di Kemang, Jakarta Selatan ilegal dan minta masyarakat tidak mudah tergiur.

Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Suyudi Ario Seto mengatakan serum stem cell saat ini masih berbasis penelitian yang dimulai sejak 2009.

“Terhadap stem cell yang masuk dari luar negeri sudah jelas tidak resmi dan tidak ada izin impor, izin edar, dan dokter yang melakukan tindakannya sudah pasti tidak mempunyai SIP STR-nya (UU Praktik Kedokteran), apabila tindakan dilakukan oleh dokter asing dapat dikenakan IMTA (UU Ketenagakerjaan) dan UU lainnya,” kata Suyudi melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (11/1/2020).

Polisi telah membongkar praktik kedokteran ilegal yang menerima jasa penyuntikan stem cell atau sel punca di Hubsch Clinic di Ruko Bellepoint, Jalan Kemang Selatan VIII No. 55, Bangka, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

Tiga orang ditetapkan menjadi tersangka, yaitu OH yang menjadi pemilik klinik, LI (47) marketing manajer dan YW (46) country manajer klinik tersebut.

Praktik penyuntikan stem cell ilegal itu telah berjalan selama 3 tahun. “Ketiganya telah dibawa ke Polda Metro Jaya untuk kembali menjalani pemeriksaan,” ujarnya.

Pada 2014, kata Suyudi, ada 11 Rumah Sakit yang mendapat izin pengembangan stem cell autologous. Transplantasi sel induk autologous adalah transplantasi sel induk autologous, yaitu transplantasi di mana sel-sel induk dikeluarkan dari seseorang, disimpan, dan kemudian diberikan kembali kepada orang yang sama.

“Untuk pelaksanaan stem cell yang diambil dari tubuh orang lain untuk di negara-negara maju tidak diperbolehkan dan di Indonesia sendiri tidak diperbolehkan,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
stem cell

Sumber : Tempo.co

Editor : M. Taufikul Basari
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top