Perludem : OTT Komisioner Kontraproduktif dengan Semangat Antikorupsi KPU

Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) menyesalkan atas terjadinya Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) berinisial WS.
Setyo Aji Harjanto
Setyo Aji Harjanto - Bisnis.com 08 Januari 2020  |  20:31 WIB
Perludem : OTT Komisioner Kontraproduktif dengan Semangat Antikorupsi KPU
Selembar kain hitam yang menutupi logo Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tersibak saat berlangsungnya aksi dukungan untuk komisi tersebut di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (10/9/2019). - ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

Bisnis.com, JAKARTA - Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) menyesalkan atas terjadinya Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) berinisial WS.

Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggraeni mengatakan terjaringnya WS dalam operasi senyap lembaga antirasuah sangat kontraproduktif dengan semangat antikorupsi yang digadang-gadang KPU.

"Misalnya pernah mencoba membuat terobosan hukum untuk melarang pencalonan mantan napi korupsi di Pemilu 2019," kata Titi dalam keterangan tertulis, Rabu (8/1/2020).

Lebih lanjut, Titi menyebutkan, KPU harus lebih ketat lagi untuk mengawasi internalnya. KPU juga harus segera membangun mekanisme hubungan dengan eksternal secara lebih akuntabel dan berintegritas.

"KPU mau tidak mau harus meningkatkan keterbukaan, transparansi, dan akuntabilitas tata kelola institusinya sehingga memungkinkan kontrol publik bisa berjalan optimal," ujarnya.

Titi juga mengatakan ini bukan kali pertama komisioner KPU terjaring OTT oleh KPK.

"Kasus OTT ini bukan yang pertama di KPU. Anggota KPU Mulyana W. Kusumah [penyelenggara Pemilu 2004] adalah anggota KPU yang pertama kena OTT KPK," katanya.

Sebelumnya, Tim Satuan Tugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Rabu (8/1/2020).

Komisioner yang ditangkap KPK berinisial WS. Dari daftar anggota KPU periode 2017—2022, anggota KPU yang mirip inisialnya dengan WS merujuk pada nama Wahyu Setiawan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
KPK, kpu

Editor : Akhirul Anwar
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top