Trump Ancam Serang Iran

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan kepada anggota parlemen AS pada hari Minggu bahwa ia siap untuk menyerang Iran "secara tidak proporsional" jika negara tersebut menyentuh target AS.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 06 Januari 2020  |  07:20 WIB
Trump Ancam Serang Iran
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. - REUTERS

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan kepada anggota parlemen AS pada hari Minggu bahwa ia siap untuk menyerang Iran "secara tidak proporsional" jika negara tersebut menyentuh target AS.

Komite Urusan Luar Negeri DPR merespons dalam beberapa jam di akun Twitter yang mengingatkan Trump dirinya bukanlah seorang diktator.

“Posting media ini akan berfungsi sebagai pengingat bahwa kekuatan perang berada di Kongres di bawah Konstitusi Amerika Serikat. Dan Anda harus membaca UU Kekuatan Perang, dan Anda bukan diktator,” ungkap akun Twitter resmi Komite.

Menteri Luar Negeri Michael Pompeo mengatakan sebelumnya tidak ada keraguan dalam pemerintahan Trump tentang intelijen di balik keputusan untuk membunuh seorang jenderal Iran pekan lalu, dan bahwa setiap langkah yang diambil oleh AS terhadap Teheran merupakan tindakan "sah."

"Kami akan bertindak sesuai sistem," kata Pompeo dalam wawancara dalam ABC News This Week pada hari Minggu, seperti dikutip Bloomberg.

Pompeo berbicara berhari-hari setelah pasukan AS membunuh jenderal tingkat tinggi Iran Qassem Soleimani, beberapa jam setelahnya dengan tajam meningkatkan retorikanya melawan negara tersebut dan setelah mengatakan pada hari Jumat bahwa AS tidak berusaha memulai perang.

Dampak atas pembunuhan Soleimani tersebut meluas pada hari Minggu. Seorang penasihat militer Iran memperingatkan pembalasan terhadap situs militer AS, anggota parlemen Irak memilih untuk mengusir pasukan AS, dan Teheran mengatakan tidak lagi terikat oleh ketentuan pakta nuklir multilateral tahun 2015.

Dampak berantai dari tindakan langkah AS tersebut terus meningkat pada hari Minggu ketika parlemen Irak meminta pemerintah untuk berupaya mengakhiri kehadiran pasukan asing di wilayahnya, seperti diungkap SkyNews Arabia. Berbicara di "Fox News Sunday," Pompeo menegaskan pasukan AS akan tetap berada di Irak.

Dalam acara TV "State of the Union" CNN, Pompeo ditekan tentang klaim pemerintah bahwa serangan yang direncanakan oleh Soleimani terhadap AS semakin dekat, yang menjadi alasan di balik serangan drone mematikan pada Someimani di jalan akses Bandara Internasional Baghdad.

New York Times melaporkan pada hari Sabtu (4/1) bahwa para pejabat Pentagon sangat terkejut dengan keputusan Trump untuk membunuh Soleimani. Mereka menyebut ini sebagai opsi paling ekstrim dari beberapa tindakan yang ditawarkan kepada presiden.

Senator Partai Demokrat Chris Van Hollen dari Maryland mengatakan para pejabat pemerintah "tidak memberikan bukti" adanya ancaman ketika mereka memberi penjelasan kepada para pejabat kongres pada hari Jumat.

"Semua orang tahu bahwa Soleimani adalah orang yang sangat jahat. Kami tidak membunuh semua orang jahat di dunia," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
iran, amerika serikat, Donald Trump

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top