Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Korut Sinyalkan Eskalasi Jelang Pidato Kim Jong-un

Selama berbulan-bulan, pemimpin Korea Utara Kim Jong-un telah mengancam untuk mengambil "jalan baru" dalam perundingan nuklir jika Presiden Donald Trump tidak melunakkan sikapnya pada akhir tahun.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 31 Desember 2019  |  09:59 WIB
Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un. - Reuters
Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Selama berbulan-bulan, pemimpin Korea Utara Kim Jong-un telah mengancam untuk mengambil "jalan baru" dalam perundingan nuklir jika Presiden Donald Trump tidak melunakkan sikapnya pada akhir tahun.

Pidato tahunan terbesar Kim yang disiarkan televisi Korea Utara akan memberikan kesempatan beberapa jam setelah batas waktu yang ditetapkan sendiri untuk memberi sinyal apakah ia berniat memperbaiki hubungan atau justru meningkatkan ketegangan.

Kim telah menggunakan acara itu untuk melakukan keduanya pada tahun-tahun sebelumnya, dengan melakukan pratinjau peluncuran rudal balistik antarbenua (Intercontinental Ballistic Missile/ICBM) pada tahun 2017 dan membuka pintu untuk pembicaraan dengan Korea Selatan setahun kemudian.

Kali ini, sebagian besar tanda menunjukkan eskalasi. Korut telah menyatakan semakin frustrasi terhadap pihak AS sejak Trump keluar dari KTT resmi terakhir mereka pada bulan Februari. Kim memulai kembali peluncuran rudal dan berulang kali memperingatkan bahwa peniadaan uji coba ICBM dan bom nuklir mungkin akan berakhir.

Bahkan ketika tahun 2019 hampir berakhir, Kim melakukan rapat tertutup dengan Partai Buruh yang berkuasa di Pyongyang untuk salah satu pertemuan paling signifikan sejak ia berkuasa delapan tahun lalu.

“Dia mendesak pleno untuk mengambil langkah-langkah positif dan ofensif untuk sepenuhnya menjamin kedaulatan dan keamanan negara seperti yang dipersyaratkan oleh situasi saat ini," kata Korean Central News Agency, Senin (30/12/2019), seperti dikutip Bloomberg.

Para pemimpin partai diharapkan untuk membahas "dokumen penting" sebagai agenda mereka berikutnya, tanpa memberikan menjelaskan lebih lanjut.

"Pelaporan KCNA tentang pleno partai menunjukkan Pyongyang merencanakan pendekatan yang lebih keras tahun depan, jika Washington tidak memberikan kesepakatan yang memuaskan sebelum tahun ini berakhir," kata Duyeon Kim, penasihat senior Asia Timur Laut dan kebijakan nuklir di International Crisis Group.

Namun, dia mengingatkan bahwa bentuk ancaman dan provokasi Korut tahun depan masih belum dapat dibayangkan.

Banyak spekulasi tentang pesan apa yang mungkin Kim Jong-un sampaikan dalam pidato yang disiarkan Rabu (1/1/2020). Dia mungkin menawarkan retorika yang lebih kuat sambil tetap membuka pintu untuk pembicaraan. Atau dia mungkin menyatakan negosiasi dan memberi sinyal uji senjata lanjutan.

Pesan apa pun akan datang dengan latar belakang politis dari pemilihan presiden AS, di mana saingan Trump dari Demokrat menuduhnya merusak kestabilan keamanan global dan terlalu akomodatif terhadap otokrat.

Setelah tiga pertemuan tatap muka, Trump hanya membuat Kim menghentikan ICBM dan uji coba nuklir dan membuat janji yang tidak jelas untuk "bekerja menuju denuklirisasi penuh Semenanjung Korea."

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Korea Utara kim jong un
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top