Panglima TNI Jelaskan Lagi Tujuan Pembentukan Kogabwilhan

Tentara Nasional Indonesia atau TNI memastikan pengembangan organisasi di institusi militer tersebut telah disesuaikan dengan kompleksitas tantangan di masa depan.
Samdysara Saragih
Samdysara Saragih - Bisnis.com 04 Desember 2019  |  23:15 WIB
Panglima TNI Jelaskan Lagi Tujuan Pembentukan Kogabwilhan
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. - Antara /Nova Wahyudi

Bisnis.com, JAKARTA — Tentara Nasional Indonesia atau TNI memastikan pengembangan organisasi di institusi militer tersebut telah disesuaikan dengan kompleksitas tantangan di masa depan.

Salah satu organ baru yang dibentuk di tubuh TNI adalah Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan). Pembentukan Kogabwilhan termaktub dalam Perpres No. 66/2019 tentang Susunan Organisasi Tentara Nasional Indonesia.

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menuturkan bahwa visi pemerintah lima tahun mendatang adalah melanjutkan pembangunan infrastruktur, penyiapan sumber daya manusia, investasi seluas-luasnya, reformasi birokrasi, dan penggunaan APBN secara tepat. Menurut dia, kelima poin tersebut sangat berkelindan dengan pembangunan TNI.

Hadi mengaku telah menetapkan 11 program prioritas TNI di mana validasi organisasi dituangkan dalam Perpres No. 66/2019. Dalam beleid itu, organisasi-organisasi staf dan komando mengalami pengembangan untuk menghadapi tantangan yang semakin kompleks.

"Kogabwilhan dibentuk untuk membagi tugas-tugas TNI berdasarkan ruang lingkup geografis. Kogabwilhan juga menjadi komando gabungan permanen yang mengisi kekosongan dalam doktrin Proses Pengambilan Keputusan Militer [PPKM]," katanya dalam siaran pers, Rabu (4/12/2019).

Menurut Hadi, seluruh dimensi di TNI terlibat dan harus diorkestrasi dengan baik supaya dapat bersinergi guna memperoleh keberhasilan yang tinggi. Dia meyakini operasi-operasi yang bersifat multidimensi akan semakin menjadi kebutuhan di masa mendatang, baik dalam konteks operasi militer untuk perang (OMP) maupun operasi militer selain perang (OMSP).

"Dalam upaya mengatasi permasalahan, negara tidak membebankan tugas pada satu instansi saja. Satu persoalan dapat melibatkan berbagai dimensi kelembagaan untuk dapat menjawab dan menuntaskan persoalan tersebut,” ujar mantan Kepala Staf TNI Angkatan Udara ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
tni

Editor : Miftahul Ulum
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top