Dianggap Intervensi, Jokowi Sebut Itu Persoalan Internal Golkar

Presiden Joko Widodo membantah anggapan yang menuding Istana mengintervensi perebutan kursi ketua umum Partai Golkar.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 02 Desember 2019  |  15:41 WIB
Dianggap Intervensi, Jokowi Sebut Itu Persoalan Internal Golkar
Presiden Joko Widodo (tengah) bersama Wakil Presiden Ma'ruf Amin (ketiga kanan), Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (ketiga kanan), Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Agung Laksono (kiri), Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie (kedua kiri), Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar Akbar Tanjung (kanan) dan Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto (kedua kanan) berfoto bersama saat membuka peringatan HUT ke-55 Partai Golkar di Jakarta, Rabu (6/11/2019). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA—Presiden Joko Widodo membantah anggapan yang menuding Istana mengintervensi perebutan kursi ketua umum Partai Golkar.

Menurutnya, hal tersebut merupakan persoalan internal sehingga pemerintah tidak memiliki kewenangan untuk mengintervensinya. Tak hanya itu, Jokowi menyatakan partai besar semacam Partai Golkar tidak mungkin bisa diintervensi oleh seorang menteri.

“Jadi, itu urusan internal Golkar. Sebagai partai besar, saya kira gak mungkin bisa diintervensi oleh menteri, eksternal. Ya, biasa dalam politik. Kalau setneg [Menteri Sekretaris Negara] bisa intervensi golkar, jagoan bener setneg,” jelasnya di Istana Merdeka, Senin (2/12/2019).

Dia pun menambahkan jika ada keterlibatan Menteri Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang, dan Menteri Agama Zainuddin Amali karena ketiganya merupakan kader Partai Golkar.

“Biarkan lah Golkar secara demokratis menentukan arah ke depan pimpinannnya. Kita tahu, sebagai partai besar, penting sekali Golkar dalam menjaga stabilitas politik nasional, juga ikut berkontribusi besar dalam pembangunan nasional kita,” katanya.

Sebelumnya, sempat beredar informasi bahwa Menteri Sekretaris Negara Pratikno mengumpulkan kader partai Golkar se-Jakarta demi memuluskan langkah Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum Golkar lewat Musyawarah Nasional Golkar.

Pada saat yang sama, Pratikno menyebut kabar tersebut merupakan bohong. “Katanya saya ngumpulin DPD, saya itu bahkan jangankan ngumpulin, jangankan menelpon. Tahu ketua DPD Golkar saya enggak tahu. Siapa ya ketua DPD Golkar DKI siapa ya? Saya enggak ada. Itu hoaxs pol,” urainya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Jokowi, partai golkar

Editor : Rustam Agus
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top