PERAYAAN NATAL: Peninggalan Kayu Palungan Yesus Dipajang di Yerusalem

Sepotong kayu yang berasal dari palungan tempat Yesus dibaringkan setelah kelahirannya dipajang di Yerusalem pada hari Jumat, menjelang pemindahannya ke Betlehem untuk peluncuran resmi musim Natal.
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 01 Desember 2019  |  01:39 WIB
PERAYAAN NATAL: Peninggalan Kayu Palungan Yesus Dipajang di Yerusalem
Palungan Yesusu - Foto/Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Sepotong kayu yang berasal dari palungan tempat Yesus dibaringkan setelah kelahirannya dipajang di Yerusalem pada hari Jumat, menjelang pemindahannya ke Betlehem untuk peluncuran resmi musim Natal.

Potongan kayu, yang berukuran hanya beberapa sentimeter panjangnya itu pernah disimpan di Basilika Santa Maria Maggiore di Roma. Kayu itu diserahkan awal minggu ini kepada penjaga gereja Betlehem, yang mengatakan bahwa benda tersebut membawa kehormatan besar bagi orang-orang percaya dan peziarah di daerah itu.

Relik kayu tersebut diresmikan kepada publik di Notre Dame of Jerusalem Center dengan terbungkus dalam stand meja hias perak, dan kemudian akan dibawa ke Betlehem, yang dikenal umat Nasrani sebagai tempat kelahiran Yesus.

Di sana, relik kayu tersebut bakal ditempatkan di dalam Gereja Saint Catherine, yang bersebelahan dengan Gereja Kelahiran di Manger Square.

Sumber peninggalan kuno memang sering dipertanyakan. Namun, keberadannya dihormati oleh umat beragama Kristen, di antaranya adalah para pelatih jamaah haji yang memasuki pintu masuk batu pasir sempit di Church of Nativity,

"Kami gembira dan berterima kasih kepada paus, ayah suci, Francis, atas hadiah dan hak untuk melindungi relik suci," kata Francesco Patton, Custos dari Tanah Suci untuk gereja Katolik, dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari Reuters, Sabtu (30/11/2019).

Relik itu, menurut pernyataanya, berasal lebih dari 2.000 tahun yang lalu dan merupakan bagian dari palungan tempat Bayi Yesus dibaringkan. Benda itu dikirim ke Vatikan pada abad ke-7.

Betlehem, di Tepi Barat, selalu sibuk menjelang Natal pada 25 Desember, terutama bagi orang Kristen yang merupakan sekitar 1 persen dari populasi Palestina di Tepi Barat, Gaza dan Yerusalem Timur.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Natal dan Tahun Baru

Editor : Sutarno
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top