Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jelang Munas Golkar, Airlangga Diminta Fokus pada Tugas Menko Perekonomian

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto diminta fokus pada jabatannya di Kabinet Indonesia Maju alih-alih mempertahankan jabatan sebagai Ketua Umum Golkar.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 29 November 2019  |  11:51 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto - Antara
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Menko Perekonomian Airlangga Hartarto disarabkan fokus pada jabatannya di Kabinet Indonesia Maju daripada mempertahankan jabatan sebagai Ketua Umum Golkar.

Pengamat ekonomi dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Salamuddin Daeng mengatakan menko perekonomian diharapkan total mengabdikan diri pada jabatannya saat ini.

“Kalau soal menko perekonomian, mestinya fokus, dikarenakan terlalu banyak masalah ekonomi yang dihadapi pemerintah saat ini,” katanya melalui keterangan resmi yang diterima Bisnis, Jumat (29/11/2019).

Menurutnya, ancaman resesi ekonomi global pada 2020 bisa berdampak ke Indonesia. Guna mencegah dampak yang luas, setiap kementerian harus bekerjasama dengan baik.

Kerja sama baik antarkementerian bisa terjalin jika peran menko dijalankan dengan baik oleh pemegang kuasa. Apabila, hal ini tak dilakukan, bukan tidak mungkin Indonesia gagal menghadapi krisis.

“Menteri Airlangga dituntut menuntaskan berbagai masalah ekonomi yang dihadapi Indonesia, impor besar, defisit neraca berjalan, deindustrialisasi nasional, pertanian yang tidak berkembang dan lain sebagainya,” terangnya.

Dia memerinci tiga sebab utama terjadinya masalah ekonomi di Indonesia, terutama pada urusan defisit neraca berjalan.

Pertama, Indonesia disebutnya terlalu banyak melakukan impor. Hal ini membuat surplus perdagangan Indonesia kecil nilainya. Akibatnya, neraca transaksi berjalan pada 2018 mengalami defisit hingga US$30 miliar.

Kedua, terlalu bergantungnya ekonomi Indonesia dengan hutang luar negeri. Ini membuat aliran keuntungan investasi asing dalam portofolio utang mengalir ke luar negeri dengan deras.

Ketiga, Salamudin menilai para pengambil kebijakan ekonomi bekerja dalam sistem yang buruk. Akibatnya, mereka gagal dalam menjalankan roda perekonomian dengan baik.

“Banyak elemen pemerintahan dan DPR ditengarai dikendalikan oleh para importir. Pengambil keputusan dalam pemerintahan semakin tergantung pada utang, sehingga kebijakan pun dibuat untuk menghasilkan keuntungan sebesar besarnya bagi para rentenir pemberi utang,” terangnya.

Di sisi lain, analis komunikasi dan marketing politik UGM Yogyakarta Nyarwi Ahmad menilai peluang Airlangga Hartarto sebagai petahana masih besar untuk terpilih sebagai ketua umum pada musyawarah nasional Partai Golkar.

"Airlangga Hartarto masih berpeluang besar memimpin Golkar. Besar kemungkinan musyawarah mufakat akan ditempuh," katanya pekan lalu.

Nyarwi memprediksi tidak akan terjadi "guncangan" dalam Munas Golkar yang akan digelar pada awal Desember mendatang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

partai golkar airlangga hartarto
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top