Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

KBM Jangan Kaku, Biarkan Murid Berkreasi

Berikan kesempatan kepada murid untuk lebih berkreasi, tidak hanya belajar sesuai kurikulum, harus menghapal dan segala sesuatunya jadi terlihatnya kaku.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 26 November 2019  |  14:18 WIB
Ilustrasi-Sejumlah siswa mengikuti kegiatan belajar di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 78 di Kota Gorontalo, Gorontalo, Rabu (20/22/2019). Sekolah tersebut terancam ditutup karena kekurangan siswa yang hanya berjumlah 47 orang dan enam orang guru. - ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin
Ilustrasi-Sejumlah siswa mengikuti kegiatan belajar di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 78 di Kota Gorontalo, Gorontalo, Rabu (20/22/2019). Sekolah tersebut terancam ditutup karena kekurangan siswa yang hanya berjumlah 47 orang dan enam orang guru. - ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin

Bisnis.com, CIBINONG - Kegiatan Belajar Mengajar atau KBM yang memberi peluang siswa berkreasi akan memberikan manfaat bagi proses pendidikan.

Bupati Bogor Jawa Barat Ade Yasin meminta kegiatan belajar mengajar (KBM) di seluruh sekolah yang ada di Kabupaten Bogor tidak berlangsung kaku, sesuai arahan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI, Nadiem Anwar Makarim.

"Berikan kesempatan kepada murid untuk lebih berkreasi, tidak hanya belajar sesuai kurikulum, harus menghapal dan segala sesuatunya jadi terlihatnya kaku," kata Ade Yasin usai Upacara Hari Guru Nasional di Cibinong, Kabupaten Bogor, Selasa (26/11/2019).

Menurut Ade kini para guru harus lebih berinovasi dalam KBM, salah satunya dengan memberikan murid kesempatan untuk belajar di luar ruangan. Kemudian, pola pembelajaran tidak hanya terjadi satu arah, melainkan dua arah antara guru dan murid.

"Artinya ini tentunya tantangan buat para guru mendidik anak Indonesia harus dinamis, bukan hanya guru mengajar satu arah," kata Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu.

Di tempat yang sama, Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Bogor Dadang Sunanta mengaku sepakat dengan pola pendidikan dua arah antara guru dan murid. Sehingga tidak terkesan mengekang kepada murid.

"Itu revolusi sekali yah karena banyak guru sekarang pola pembelajarannya terlalu mengekang, metodenya mesti ini mesti itu, rasanya kurang layak," kata Dadang.

Menurut Dadang pola pembelajaran yang efektif tidak hanya mengedepankan teori melainkan juga disisipkan pemahaman realistis ataupun melakukan metode praktikum. Contohnya ketika para siswa mempelajari Bahasa Inggris.

"Kita kalah pada kompetensi keterampilan. Kenapa bahasa Inggris selalu jelek? Karena kebanyakan tata bahasa tapi tidak belajar bahasa," kata Dadang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pendidikan guru

Sumber : Antara

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top