Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

WeWork PHK 2.400 Karyawan, Pekerja di AS Mulai Dirumahkan

WeWork, perusahaan terbesar di bidang coworking space asal AS, menyatakan akan merumahkan 2.400 karyawan secara global karena perusahaan tersebut berusaha memotong biaya dan menstabilkan bisnisnya secara drastis.
Ropesta Sitorus
Ropesta Sitorus - Bisnis.com 22 November 2019  |  06:00 WIB
 Logo WeWork terlihat di luar kantornya di San Francisco, California, AS 30 September 2019.  - Reuters
Logo WeWork terlihat di luar kantornya di San Francisco, California, AS 30 September 2019. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – WeWork, perusahaan terbesar di bidang coworking space asal AS, menyatakan akan merumahkan 2.400 karyawan secara global karena perusahaan tersebut berusaha memotong biaya dan menstabilkan bisnisnya secara drastis.

PHK yang sudah lama diperkirakan ini merupakan langkah terbesar yang dilakukan oleh perusahaan investasi teknologi Jepang, SoftBank Group Corp, yang menyediakan US$9,5 miliar dan akan segera memiliki 80 persen sahamnya. Hal ini sebagai upaya SoftBank untuk memastikan WeWork kembali fokus pada bisnis intinya dan berusaha mencetak laba.

Di bawah co-founder dan mantan CEO Adam Neumann, WeWork melakukan diversifikasi ke semua jenis bidang, termasuk mendirikan sekolah dan menjalankan gedung apartemen serta berkembang dengan kecepatan sangat tinggi tanpa menunjukkan arah keuntungan yang jelas.

“Sebagai bagian dari fokus baru kami pada bisnis inti WeWork, dan seperti yang sebelumnya kami sampaikan kepada karyawan, perusahaan akan melakukan PHK yang diperlukan untuk menciptakan organisasi yang lebih efisien,” kata seorang juru bicara perusahaan dalam pernyataan seperti dikutip dari Reuters, Kamis (21/11/2019).

Para karyawan WeWork saling rangkul di luar pintu masuk ke kantor pusat perusahaan WeWork di Manhattan, New York, AS, 21 November 2019. /Reuters 

“Pengurangan tenaga kerja ini mempengaruhi sekitar 2.400 karyawan secara global, yang akan menerima pesangon, manfaat berkelanjutan, dan bentuk bantuan lainnya untuk membantu mereka dalam transisi karir mereka,” tambah perusahaan yang berbasis di New York itu.

WeWork memiliki 12.500 karyawan per 30 Juni 2019 serta tambahan sejumlah pekerja yang bekerja untuk perusahaan afiliasi. Adapun PHK sudah dimulai beberapa pekan lalu di seluruh dunia dan akan berlanjut pada pekan ini di Amerika Serikat.

Pemutusan hubungan kerja ini terjadi ketika WeWork mempertimbangkan perubahan CEO untuk menggantikan Artie Minson dan Sebastian Gunningham, yang baru diangkat pada September lalu.

Kendali atas perusahaan WeWork kini ada di tangan SoftBank dan Executive Chairman yang baru yakni Marcelo Claure.

Pegawai WeWork berkumpul di trotoar di luar kantor pusat perusahaan WeWork di Manhattan, New York./Reuters

 Pada Senin lalu, Claure mengatakan kepada karyawan bahwa pengurangan pekerjaan akan benar-benar dilakukan pada pekan ini di AS serta mengatakan WeWork “akan menghilangkan dan mengurangi fungsi dan tanggungjawab tertentu”.

Pengurangan pekerjaan ini merupakan tanda terbaru semakin memburuknya prospek WeWork, perusahaan bervaluasi US$47 miliar per Januari dan berencana untuk melakukan penawaran saham perdana pada September 2019. Perusahaan tersebut menghadapi krisis uang tunai dan tengah berjuang agar bisa bertahan hidup.

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat phk coworking space
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top