Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ini Harapan Gus Miftah Soal Penyelenggaraan Reuni 212

Gus Miftah juga berharap semoga tidak ada nuansa politik kalau reuni memang jadi terlaksana pada 2 Desember 2019.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 21 November 2019  |  20:20 WIB
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj (ketiga kanan) bersama Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini (kedua kanan), Wakil Ketua Lembaga Dakwah PBNU Gus Miftah (ketiga kiri) dan Artis Deddy Corbuzier (tengah) saat menghadiri Istighosah PBNU di Jakarta, Rabu (31/7/2019). - Antara
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj (ketiga kanan) bersama Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini (kedua kanan), Wakil Ketua Lembaga Dakwah PBNU Gus Miftah (ketiga kiri) dan Artis Deddy Corbuzier (tengah) saat menghadiri Istighosah PBNU di Jakarta, Rabu (31/7/2019). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Pendakwah Miftah Maulana Habiburrahman atau yang akrab disapa Gus Miftah mengharapkan Reuni 212 tidak keluar dari konteks silaturahmi kalau memang jadi digelar.

"Yang jelas jaga ketertiban, jangan ada isu-isu lain di luar silaturahmi. Kalau niatnya ngaji dan silaturahmi ya monggo-monggo saja toh, asalkan tidak ada penumpang gelap dan lain sebagainya," kata Gus Miftah, di Jakarta, Kamis (21/11/2019).

Gus Miftah juga berharap semoga tidak ada nuansa politik kalau reuni memang jadi terlaksana pada 2 Desember 2019.

"Ya mudah-mudahan tidak ada lah. Kalau toh mereka ada saya juga tidak tahu karena saya bukan panitia dan bukan peserta," katanya.

Soal perlu digelar atau tidak Reuni 212, Gus Miftah tidak mau berkomentar karena memang tidak terlibat dalam kegiatan itu.

"Saya tidak bisa komentar, karena itu kelompok, nanti kalau saya komentar nanti saya salah," ujarnya pula.

Kalau ternyata diundang oleh Panitia Reuni 212, menurut dia, kemungkinan juga tidak akan bisa menghadirinya, karena jadwalnya sebagai pendakwah cukup padat.

"Jadwal saya sudah full sampai 2024. Setiap hari saya harus hadapi permohonan pengajian itu minimal 500 permohonan. Itu saja masih numpuk, saya mau datang juga gimana," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

fpi

Sumber : Antara

Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top