Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Rombak Pejabat Eselon I, Erick Thohir Diharap Terbuka ke Publik

Menurutnya ada konsekuensi dari perombakan besar pejabat eselon I di Kementerian BUMN. Menurutnya, proses pergantian akan menyita waktu menteri. Di sisi lain menteri harus menangani ratusan BUMN termasuk yang dalam kondisi tidak sehat, atau bahkan diambang kebangkrutan.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 21 November 2019  |  02:58 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir mengikuti Sidang Kabinet Paripurna di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (14/11/2019). Sidang kabinet tersebut membahas Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. - Antara
Menteri BUMN Erick Thohir mengikuti Sidang Kabinet Paripurna di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (14/11/2019). Sidang kabinet tersebut membahas Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri BUMN Erick Thoir merombak jajaran pejabat eselon I Kementerian BUMN. Atas langkah itu, dia diminta lebih terbuka kepada publik terkait pemilihan eselon 1.

Sebanyak tujuh deputi dan satu sekretaris utama dimutasi serentak dan jabatan tersebut saat ini diisi oleh Pelaksana Tugas (Plt).

Perombakan pejabat eselon I memang lazim terjadi ada perubahan pemimpin Kementerian BUMN. Akan tetapi, kali ini menjadi yang terbesar sejak 15 tahun terakhir karena jumlah dan dilakukan serentak.

“Ini kali pertama ada kementerian yang seluruh eselon 1 kosong melompong dipegang oleh Plt,” kata Ketua Pendiri Indonesian Audit Watch (IAW), Junisab Akbar melalui rilisnya, Rabu (20/11/2019) malam.

Dia mempertanyakan alasan mendasar pencopotan secara serentak seluruh pejabat eselon I itu. Apalagi dilakukan saat masyarakat sedang membicarakan rencana masuknya Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ke lingkungan BUMN.

“Model rekrutmen terhadap para calon pengganti yang kabarnya jumlahnya akan disusutkan itu, sebaiknya juga dibuka ke publik. Tentunya berguna supaya Erick Thohir bisa mendapatkan personel yang kinerjanya maksimal. Itu juga akan semakin menyempurnakan keterbukaan yang sudah dimulai oleh Erick Thohir,” sebutnya.

Menurutnya ada konsekuensi dari perombakan besar pejabat eselon I di Kementerian BUMN. Menurutnya, proses pergantian akan menyita waktu menteri. Di sisi lain menteri harus menangani ratusan BUMN termasuk yang dalam kondisi tidak sehat, atau bahkan diambang kebangkrutan.

Dia menyarankan rekrutmen eselon 1 bersumber dari lingkungan BUMN itu sendiri dengan sistem lelang jabatan. “Itu akan membuat kebijakan Kementerian BUMN menjadi lebih fokus, sebab eselon 1 dan 2 bersumber dari personel BUMN. Mereka sudah memahami bagaiman menata kelola BUMN,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bumn
Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top