Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tesla Akan Tingkatkan Kapasitas Baterai Lithium-Ion Terbesar di Dunia

Tesla Inc. berencana menambah kapasitas baterai lithium-ion terbesar di dunia buatannya yang terletak di Hornsdale, Australia Selatan.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 19 November 2019  |  09:48 WIB
Stasiun Tesla Supercharger di Cabazon, California, Amerika Serikat. - Reuters/Sam Mircovich
Stasiun Tesla Supercharger di Cabazon, California, Amerika Serikat. - Reuters/Sam Mircovich

Bisnis.com, JAKARTA – Tesla Inc. berencana menambah kapasitas baterai lithium-ion terbesar di dunia buatannya yang terletak di Hornsdale, Australia Selatan.

Dikutip dari Bloomberg, kapasitas sistem baterai litium-ion ini akan ditingkatkan 50 persen menjadi 150 megawatt, menurut pengumuman dari Neoen SA, perusahaan Perancis yang mengoperasikan situs tersebut.

Sistem baterai ini telah berkontribusi terhadap penghematan lebih dari A$ 50 juta ($ 34 juta) pada tahun pertama operasinya.

Sejak pemasangannya pada tahun 2017, baterai lithium ion ini telah membantu menstabilkan jaringan listrik, menghindari pemadaman listrik, dan menekan biaya dengan mengimbangi intermiten dari pembangkit listrik yang terbarukan. Sistem ini membantu merintis jalan bagi sistem baterai lain di seluruh dunia.

Baterai skala utilitas yang terjangkau dipandang sebagai mata rantai yang hilang yang dibutuhkan untuk menyimpan listrik dari pembangkit tenaga surya dan angin dan menjadikan enerti terbarukan pesaing yang seimbang terhadap pembangkit berbahan bakar fosil.

Walaupun sumber-sumber hijau bisa lebih murah, mereka tidak memiliki keandalan yang sama dengan sumber bahan bakar tradisional, sehingga sulit menggantikan energi karbon untuk menghindari dampak bencana dari perubahan iklim.

Sementara itu, industri penyimpanan semakin penting di lokasi seperti Australia Selatan, yang relatif kurang memiliki akses ke sumber bahan bakar fosil seperti batu bara dan gas alam. Meskipun sistem baterai Tesla tidak pernah dimaksudkan sebagai jawaban atas semua masalah sumber daya di Australia, sistem ini telah memberikan wawasan berharga tentang kontribusi potensial yang ditawarkan.

Sejumlah proyek baterai besar sedang dalam pengembangan di Australia karena perencana energi fokus pada peningkatan tenaga angin dan kapasitas matahari di negara itu. Perusahaan Perancis lainnya, Total Eren SA, sedang mencari untuk membangun sistem penyimpanan 270 megawatt untuk pembangkit listrik tenaga surya Kiamal di Victoria, sementara EPS Energy memanfaatkan interkonektor Ausralia Selatan-New South Wales untuk pembangkit listrik berkapasitas 280 megawatt dan baterai 140 megawatt di Robertstown.

Neoen juga telah menguraikan rencana untuk membangun kompleks energi terbarukan raksasa di Australia Selatan, termasuk penyimpanan baterai yang lebih besar dari Hornsdale. Proyek Goyder Selatan akan mencakup hingga 1.200 megawatt pembangkit angin, 600 megawatt tenaga surya dan 900 megawatt penyimpanan baterai, dengan investasi awal hingga A$1 miliar, kata Neoen pada bulan September.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tesla Baterai Lithium-Ion
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top