Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Seludupkan 18.000 Bungkus Rokok ke Malaysia, 3 WNI Divonis 10 Bulan Penjara

Sebanyak tiga orang warga negara Indonesia dijatuhi hukuman penjara 10 bulan di Malaysia karena menyeludupkan rokok ke negara tersebut.
Ropesta Sitorus
Ropesta Sitorus - Bisnis.com 14 November 2019  |  23:52 WIB
Ilustrasi.
Ilustrasi.

Bisnis.com, JAKARTA – Sebanyak tiga orang warga negara Indonesia dijatuhi hukuman penjara 10 bulan di Malaysia karena menyeludupkan rokok ke negara tersebut.

Hakim Siti Hajar Ali menjatuhkan vonis kepada tiga orang terdakwa Sulaiman (30 tahun), Chandra Saputra (20 tahun) dan Andy (38 tahun) yang mengaku bersalah pada Kamis (14/11/2019). Ketiganya juga langsung ditahan dan menjalani hukuman penjara sejak tanggal persidangan.

Dilansir dari The Star Online, tiga orang WNI tersebut didakwa dengan tuduhan mengangkut 18.000 bungkus rokok tanpa cukai dari sebuah kapal ke tiga kendaraan pada 6 November sekitar pukul 05.00 pagi di dekat pantai Sungai Tiram, Ulu Tiram, Malaysia.

Barang-barang illegal tersebut yakni berupa 1.680 kotak rokok Surya Gudang Garam, 120 kotak rokok Sampoerna Menthol Burst Laser Mild yang nilainya diperkirakan RM40.320 atau setara Rp136,59 juta. 

Ketiga terdakwa juga dihukum waktu penjara tambahan selama 30 bulan jika tidak membayar bea impor masing-masing sebesar RM57.600. Malaysia memperkirakan kerugian negara akibat paket rokok illegal tersebut mencapai RM194.112.

Hakim juga memutuskan penyitaan properti atas barang-barang yang ditangkap termasuk kapal dengan tiga mesin dan tiga kendaraan yang di sita dari penyeludupan tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

malaysia Cukai Rokok
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top