Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dirjen Imigrasi Bantah Terbitkan Cekal Habib Rizieq Shihab

Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM membantah telah mengeluarkan surat penangkalan atas nama Rizieq Shihab selaku Pendiri FPI yang kini berada di Arab Saudi.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 12 November 2019  |  19:47 WIB
Dirjen Imigrasi Ronny Sompie (tengah)
Dirjen Imigrasi Ronny Sompie (tengah)
Bisnis.com, JAKARTA-Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM membantah telah mengeluarkan surat penangkalan atas nama Rizieq Shihab selaku Pendiri FPI yang kini berada di Arab Saudi.
 
Direktur Jenderal Imigrasi Ronny Franky Sompie mengaku telah mengeluarkan paspor atas nama Rizieq Shihab dari Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Pusat pada 25 Februari 2016 dan masih berlaku hingga Februari 2021.
 
Menurutnya, selama paspor Rizieq Shihab masih berlaku, Rizieq Shihab mendapatkan perlindungan dari Pemerintah Indonesia baik pada saat pergi ke luar negeri maupun ketika pulang kembali ke Tanah Air.
 
"Paspor Habib Rizieq itu masih berlaku sampai Februari 2021 yang akan datang, sehingga ini masih berlaku," tuturnya, Selasa (12/11).
 
Namun, menurut mantan Kadiv Humas Polri itu, jika Habib Rizieq tinggal dan menetap di suatu negara, maka Pemerintah negara tersebut akan memberikan visa dan memberinya izin tinggal.
 
Menurutnya, izin tinggal maupun tidak saat ini merupakan kewenangan dari Pemerintah Arab Saudi.
Karena itu menurutnya penangkalan atau pencegahan terhadap Habib Rizieq Shihab yaitu kewenangan Pemerintah Arab Saudi, bukan dari Pemerintah Indonesia.
 
"Tentu ini jadi kewenangan Pemerintah Arab Saudi ya. Sampai saat ini Habib Rizieq sudah ke luar dari Indonesia hampir dua tahun," katanya.
 
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pencekalan rizieq shihab
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top