Rokok Elektrik Memakan Korban di AS, Otoritas Temukan Titik Terang Penyebab

Para peneliti telah membuat terobosan dalam menumukan misteri di balik penyakit paru-paru terkait vaping atau penggunaan rokok elektrik yang telah menewaskan 39 orang di AS.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 10 November 2019  |  19:36 WIB
Rokok Elektrik Memakan Korban di AS, Otoritas Temukan Titik Terang Penyebab
Seorang pria menggunakan vape di Brodway, New York City, AS, Senin (9/9/2019). - Reuters/Andrew Kelly

Bisnis.com, JAKARTA - Para peneliti telah membuat terobosan dalam menumukan misteri di balik penyakit paru-paru terkait vaping atau penggunaan rokok elektrik yang telah menewaskan 39 orang di AS.

Minyak vitamin E asetat ditemukan di setiap sampel cairan paru-paru dari pasien yang dites oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, atau Disease Control and Prevention (CDC).

"Ini adalah pertama kalinya kami mendeteksi bahan kimia potensial yang menjadi perhatian dalam sampel biologis dari pasien dengan cedera paru-paru ini," kata CDC, dilansir Independent, Minggu (10/11/2019). .

Pada minggu lalu, CDC mencatat ada lebih dari 2.000 kasus penyakit terkait penggunaan rokok elektrik. Sebagian besar pasien mengatakan mereka telah menggunakan produk vaping yang mengandung Tetrahydrocannabinol (THC), bahan yang terdapat pada ganja, sebelum jatuh sakit.

Namun, para ilmuwan belum menyimpulkan bagaimana vaping mengarah pada suatu penyakit. Vitamin E asetat sebelumnya telah ditandai sebagai faktor yang mungkin menjadi penyebab.

Pada September 2019, Administrasi Makanan dan Obat-obatan atau Food and Drug Administration (FDA) menemukan bahan kimia dalam produk-produk ganja yang digunakan oleh orang-orang yang jatuh sakit dengan penyakit paru-paru yang berhubungan dengan vaping.

Minyak itu juga ditemukan di hampir semua sampel ganja dari pasien di New York, kata juru bicara departemen kesehatan negara bagian.

CDC, yang bekerja bersama FDA dan departemen kesehatan setempat untuk menyelidiki penyakit misterius, menganalisis 29 sampel, 82 persen di antaranya berisi THC. Vitamin E asetat dapat ditambahkan ke produk vaping pasar gelap untuk mengencerkan THC atau mengentalkan cairan-e.

Minyak tersebut dapat dicerna sebagai suplemen vitamin atau dioleskan ke kulit dan biasanya tidak menyebabkan kerusakan.

Penelitian sebelumnya menunjukkan ketika vitamin E asetat dihirup, dapat mengganggu fungsi paru-paru normal.

Gejala yang dilaporkan dari penyakit yang berhubungan dengan vaping meliputi batuk, sesak napas, nyeri dada, mual, muntah, diare dan penurunan berat badan.

"Walaupun menarik bahwa vitamin E asetat dikaitkan dengan EVALI, bukti belum cukup untuk mengesampingkan kontribusi bahan kimia lainnya," lanjutnya.

CDC merekomendasikan orang menghindari menggunakan produk vaping yang mengandung THC sementara penyelidikan lainnya sedang berlangsung.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
rokok elektrik

Editor : Andhika Anggoro Wening
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top