Tentara AS Kembali Isi Pangkalan Militer yang Mereka Tinggalkan di Suriah

Setelah sempat meninggalkan pangkalan mereka di timur-laut Suriah, pasukan militer AS kembali ke tempat semula. 
Newswire
Newswire - Bisnis.com 03 November 2019  |  18:59 WIB
Tentara AS Kembali Isi Pangkalan Militer yang Mereka Tinggalkan di Suriah
Konvoi kendaraan AS terlihat setelah menarik diri dari Suriah utara, di perbatasan Irak-Suriah di pinggiran Dohuk, Irak, 21 Oktober 2019. - REUTERS/Ari Jalal

Bisnis.com, AR-RAQQA - Setelah sempat meninggalkan pangkalan mereka di timur-laut Suriah, pasukan militer AS kembali ke tempat semula. 

Pangkalan militer di bagian timur-laut Suriah itu sempat dikosongkan oleh personel militer AS selama operasi anti-teror Turki.

Menurut wartawan Kantor Berita Turki, Anadolu --yang dipantau Antara di Jakarta, Minggu, di lapangan, personel Angkatan Darat AS tiba kembali pada Sabtu (2/11) di sebelah barat Provinsi Ar-Raqqa di bagian utara Suriah. Mereka membangun kembali pangkalan militer yang ditinggalkan selama Operasi Perdamaian Musim Semi Turki.

Iring-iringan kendaraan militer, termasuk kendaraan lapis-baja pengangkut personel, kendaraan pembersih ranjau dan satu kendaraan utilitas, yang dikirim AS, tiba di Pangkalan Jazira --yang berada di sebelah barat Ar-Raqqa melalui Provinsi Al-Hasakah di bagian timur-laut Suriah.

Hampir 30 prajurit AS juga terlihat dalam rombongan menuju Pangkalan Jazira.

Tentara AS pada Jumat juga ditempatkan di satu pangkalan militer di Desa Sarring di Suriah Utara di sebelah selatan Ayn Al-Arab, atau Kobani.

Pangkalan militer AS di Desa Sarrin dan Sabit itu, sekitar 30 kilometer (18 mil) di sebelah selatan perbatasan Turki-Suriah, sebelumnya dikosongkan dan rusak selama Operasi Perdamaian Musim Semi Turki.

Tentara AS pada Jumat juga melanjutkan patroli di dekat ladang minyak di bagian timur-laut Suriah, setelah istirahat sesudah dilancarkannya aksi anti-teror Operasi Perdamaian Musim Semi Turki.

Pasukan AS telah mulai mundur dari Suriah tak lama sebelum Turki melancarkan Operasi Perdamaian Musim Semi pada 9 Oktober untuk membersihkan pelaku teror dari Suriah Utara guna mengamankan perbatasannya, membantu kepulangan aman pengungsi Suriah dan menjamin keutuhan wilayah Suriah.

Pada 22 Oktober Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Rusia Vladimir Putin mengadakan pertemuan di Kota Wisata Sochi di Laut Hitam Rusia.

Ankara dan Moskow mencapai kesepakatan yang menjadi dasar buat anggota YPG/PKK mundur sampai 30 kilometer (18,6 mil) ke selatan perbatasan Turki dengan Suriah dalam waktu 150 jam, dan pasukan keamanan dari Turki dan Rusia dijadwalkan melakukan patroli bersama di sana.

Dalam aksi teror lebih dari 30-tahun melawan Turki, PKK --yang dimasukkan ke dalam daftar organisasi teroris oleh Turki, AS dan Uni Eropa-- telah bertanggung-jawab atas kematian 40.000 orang, termasuk perempuan, anak-anak dan bayi. YPG adalah cabang PKK di Suriah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
suriah, amerika serikat, turki

Sumber : Antara/Anadolu Agency

Editor : Saeno
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top