Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Turki-Rusia Sepakat Pindahkan YPG Kurdi dan Bentuk Patroli Gabungan

Turki dan Rusia sepakat untuk memindahkan milisi YPG Kurdi Suriah ke wilayah lebih dari 30 km dari perbatasan Turki. Setelah itu pasukan mereka akan bersama-sama berpatroli di wilayah 'zona aman' yang selama ini diincar Ankara di Suriah utara.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 23 Oktober 2019  |  09:12 WIB
Konvoi kendaraan AS terlihat setelah menarik diri dari Suriah utara, di perbatasan Irak-Suriah di pinggiran Dohuk, Irak, 21 Oktober 2019. - REUTERS/Ari Jalal
Konvoi kendaraan AS terlihat setelah menarik diri dari Suriah utara, di perbatasan Irak-Suriah di pinggiran Dohuk, Irak, 21 Oktober 2019. - REUTERS/Ari Jalal

Bisnis.com, JAKARTA - Turki dan Rusia sepakat untuk memindahkan milisi YPG Kurdi Suriah ke wilayah lebih dari 30 km dari perbatasan Turki. Setelah itu pasukan mereka akan bersama-sama berpatroli di wilayah 'zona aman' yang selama ini diincar Ankara di Suriah utara.

Dilansir dari Reuters, mulai Rabu (23/10/2019) siang, polisi militer Rusia dan penjaga perbatasan Suriah akan bergerak untuk memfasilitasi pemindahan anggota YPG dan senjatanya ke luar zona. Misi ini akan berlangsung sekitar 6 hari.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov memuji kesepakatan itu sebagai perjanjian yang akan mengakhiri pertumpahan darah di kawasan itu.

YPG, komponen utama dalam Pasukan Demokrat Suriah (SDF) yang telah bertahun-tahun bertempur bersama pasukan AS melawan ISIS, juga akan meninggalkan kota-kota Tel Rifaat dan Manbij di bawah kesepakatan antara Erdogan dan Presiden Vladimir Putin.

"Tujuan utama operasi ini adalah untuk mengeluarkan organisasi teror PKK / YPG dari daerah tersebut dan untuk memfasilitasi kembalinya para pengungsi Suriah," kata Erdogan dalam konferensi pers bersama dengan Putin.

Ankara menganggap YPG sebagai teroris karena ikatan mereka dengan pemberontak di Turki tenggara, Partai Pekerja Kurdistan (PKK).

"Operasi ini juga menjamin integritas teritorial Suriah dan persatuan politik Kami tidak pernah memiliki minat pada tanah dan kedaulatan Suriah," ujar Erdogan menambahkan.

Menurut kesepakatan itu, setelah YPG dipindahkan, pasukan Turki dan Rusia akan melakukan patroli bersama di Suriah utara dalam jarak 10 km dari perbatasan.

Erdogan menambahkan bahwa Ankara juga akan bekerja dengan Moskow untuk pengembalian pengungsi Suriah yang aman di Turki.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rusia turki
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top