Erick Thorir Dinilai Pantas Jadi Menteri BUMN, Ini Alasannya

Pengusaha nasional Erick Thohir dinilai menjadi figur yang cocok untuk mengisi kabinet Presiden Joko Widodo Jilid II sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Ropesta Sitorus
Ropesta Sitorus - Bisnis.com 23 Oktober 2019  |  00:17 WIB
Erick Thorir Dinilai Pantas Jadi Menteri BUMN, Ini Alasannya
Erick Thohir memberikan keterangan pers seusai wawancara calon menteri di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (21/10/2019) - Bisnis/Amanda Kusuma Wardhani

Bisnis.com, JAKARTA – Pengusaha nasional Erick Thohir dinilai menjadi figur yang cocok untuk mengisi kabinet Presiden Joko Widodo Jilid II sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Enny Sri Hartati mengatakan kementerian BUMN adalah salah satu pos kementerian yang perlu banyak pembenahan serta dapat berfungsi strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.

Oleh karena itu, pos tersebut dinilai penting untuk diisi dengan sosok calon menteri yang memiliki kompetensi, pengalaman yang teruji baik dari sisi teknis maupun komunikasi serta kemampuan leadership.

“Kalau diminta rekomendasi, karena Pak Erick kemarin sudah dipastikan membantu presiden, salah satu yang kami rekomendasikan tepat untuk Pak Erick yakni memperbaiki tata kelola BUMN ke depan,” kata Enny saat ditemui usai pelaksanaan diskusi VISI bertajuk "Mencermati Kabinet Jokowi Jilid II" di Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (22/10/2019). 

Enny menilai Erick memiliki latar belakang sebagai pengusaha yang sukses mendirikan dan mengelola Mahaka Group serta sejumlah pengalaman koordinatif yang melibatkan banyak pihak serta partai politik.

Sebagai contoh, dia menyinggung pelaksanaan Asian Games 2018 di mana Erick menjadi ketua pelaksananya. Dalam event tersebut, dia harus mengkombinasi pengelolaan sumber pembiayaan dari APBN dengan banyak vendor dari swasta dalam jangka waktu yang singkat.

“Kita ketahui pelaksanaan Asian Games itu cukup sukses dan juga melibatkan banyak negara,” katanya.

Poin ketiga, Enny menyebut pengalaman Erick sebagai Ketua TKN (Tim Kampanye Nasional) Jokowi – Ma’ruf dalam kontestasi Pemilihan Umum Presiden 2019 juga membuktikan kepiawaiannya mengakomodasi berbagai kepentingan politik.

“Ini menunjukkan bagaimana kemampuan leadershipnya untuk menjaga keharmonisan di TKN yang warna-warni. Artinya bisa mempunyai posisi yang tidak memihak tapi dapat diterima semua pihak, serta punya integritas yang tidak menimbulkan kegaduhan. Ini salah satu hal penting yang harus dimiliki agar mampu mengkoordinasikan BUMN.”

Enny mengatakan, Indonesia  memiliki potensi yang cukup besar dengan banyaknya BUMN  yang bergerak di sektor-sektor strategis.  Akan tetapi diperlukan tata kelola BUMN yang berdasarkan profesionalisme untuk menempatkan talenta-talenta terbaik yang akan menduduki jabatan direktur di tiap badan usaha.

“Yang selama ini terjadi di BUMN kan sistem yang dikembangkan di internalnya paling mentok sebagai SPV atau manajer, tapi untuk level penentuan direktur dan komisarisnya tidak ada sistem yang bisa jadi guidance,  biasanya selalu ditentukan oleh kepentingan atau intervensi politik.”

Seperti diketahui, Jokowi telah memanggil sebanyak 35 tokoh merapat ke Istana Kepresidenan selama dua hari pada Senin (21/10/2019) hingga Selasa (22/10/2019). Jokowi tengah meracik posisi calon-calon pengisi kabinetnya yang rencananya akan diumumkan kepada publik pada Rabu (23/10/2019).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bumn, Jokowi, erick thohir

Editor : Miftahul Ulum
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top