Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Saling Serang India dan Pakistan di Perbatasan Akibatkan 10 Orang Tewas

Para pejabat dari kedua negara saling menuduh bahwa pihak militer melakukan serangan di wilayah perbatasan Line of Control (LoC). Sedikitnya 10 orang tewas dalam putaran penembakan terbaru.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 21 Oktober 2019  |  09:45 WIB
Personel keamanan India berjaga di sepanjang jalan sepi selama pembatasan di Jammu, 5 Agustus 2019. - REUTERS/Mukesh Gupta
Personel keamanan India berjaga di sepanjang jalan sepi selama pembatasan di Jammu, 5 Agustus 2019. - REUTERS/Mukesh Gupta

Bisnis.com, JAKARTA — India dan Pakistan saling menyalahkan atas penembakan di perbatasan  wilayah sengketa Kashmir sehingga menewaskan sedikitnya 10 orang termasuk tentara dan warga sipil di kedua pihak. Gesekan ini disebut sebagai salah satu hari paling mematikan sejak New Delhi mencabut status khusus Kashmir pada Agustus lalu.

Para pejabat dari kedua negara saling menuduh bahwa pihak militer melakukan serangan di wilayah perbatasan Line of Control (LoC). Sedikitnya 10 orang tewas dalam putaran penembakan terbaru.

India menyatakan ada penembakan hebat oleh Pakistan di seberang perbatasan di wilayah Tangdhar Sabtu malam sehingga menewaskan dua tentara India dan satu warga sipil seperti dikutip Aljazeera.com, Senin (21/10).

Jenderal Bipin Rawat, kepala militer India mengatakan kepada wartawan di New Delhi bahwa pasukannya menggunakan tembakan artileri yang lebih besar untuk menyerang “kamp-kamp teroris” di seberang perbatasan.

Akan tetapi pihak Islamabad menuduh tentara India menargetkan warga sipil. Kementerian urusan Luar Negeri mengatakan enam tewas, sementara beberapa lainnya  termasuk wanita dan anak-anak terluka parah di daerah dekat LoC.

Militer Pakistan menambahkan bahwa satu tentara juga tewas, sehingga jumlah korban di Kashmir yang dikelola Pakistan menjadi tujuh orang.

Baca Juga : Harga Emas Hari Ini

Juru bicara pertahanan India Kolonel Rajesh Kalia mengatakan bahwa ada pelanggaran gencatan senjata yang dilakukan oleh Pakistan. “Pasukan kami membalas dengan keras sehingga menyebabkan kerusakan parah dan korban pada musuh,” kata Kalia.

Tentara Pakistan juga mengklaim bahwa serangan India di wilayah Jura, Shahkot dan Nowshera "tidak diprovokasi" dan secara sengaja menargetkan warga sipil.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

india pakistan Kashmir
Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top