Wishnutama Disebut Cocok Masuk Kabinet, Ini Saran Pengamat

Pendiri media NET Mediatama Televisi, Wishnutama dinilai sosok yang ideal untuk menjadi Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) di Kabinet Indonesia Kerja Jilid II nanti.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 19 Oktober 2019  |  11:28 WIB
Wishnutama Disebut Cocok Masuk Kabinet, Ini Saran Pengamat
Erick Thohir (kedua dari kanan) dan Wishnutama (kedua dari kiri) bergabung dengan Jagad Satria Dewa. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Pendiri media NET Mediatama Televisi, Wishnutama dinilai sosok yang ideal untuk menjadi Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) di Kabinet Indonesia Kerja Jilid II nanti.

Anggota Senate Indonesia Marketing Association, Fritzs Simandjuntak menyebutkan Wishnutama memiliki kreativitas dan kemampuan manajerial yang baik, terutama pada saat menjadi Direktur Utama di media massa.

Selain itu, Fritzs menilai bahwa suksesnya event Internasional Asian Games 2018 mulai dari acara pembukaan hingga penutupan, merupakan bukti bahwa pria pemilik nama lengkap Wishnutama Kusubandio itu disebut ideal untuk jadi Kepala Bekraf.

"Jika bicara siapa tokoh muda yang saat ini punya kemampuan untuk itu, saya melihat ada pada diri Wishnutama. Mengapa, track record dirinya sebagai seorang profesional di industri media televisi yang langsung terlihat hasil nyata dari pekerjaan yang dilakukan, membuktikan dirinya sangat result oriented," tuturnya dalam keterangan resminya, Sabtu (19/10/2019).

Meski mengakui kesuksesan beberapa tokoh muda sebagai enterpreuner, namun Fritzs menyarankan agar prinsip kehati-hatian tetap diutamakan dalam memilih enterpreuner sebagai anggota kabinet. Hal tersebut terkait dengan santernya nama Nadiem Makarim, CEO Gojek Indonesia yang namanya muncul sebagai kandidat menteri.

Fritzs mencontohkan, saat mantan PM Malaysia, Najib Razak memilih beberapa tokoh muda yang berasal dari lulusan luar negeri atau pernah bekerja di perusahaan-perusahaan internasional ternama dalam pemerintahannya selama periode 2009-2018, ternyata banyak pula yang gagal dan rontok di tengah jalan.

"Bagaimanapun ada perbedaan antara bekerja di perusahaan, terlebih di perusahaan sendiri, dengan bekerja di pemerintahan. Ada banyak aturan dan pertimbangan sehingga eksekusi jauh berbeda," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Kabinet Jokowi-Ma'ruf

Editor : Akhirul Anwar
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top