Sebanyak 11 Seismograf Akan Dipasang Pascagempa Maluku

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan memasang 11 seismograf atau alat mencatat gempa bumi di kawasan Maluku. Hal ini sebagai upaya memahami lebih lanjut karakteristik gempa susulan pascagempa M 6,5 yang terjadi pada 26 September 2019 lalu.
Agne Yasa
Agne Yasa - Bisnis.com 17 Oktober 2019  |  18:39 WIB
Sebanyak 11 Seismograf Akan Dipasang Pascagempa Maluku
Pemasangan Seismograf - BNPB/istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan memasang 11 seismograf atau alat mencatat gempa bumi di kawasan Maluku. Hal ini sebagai upaya memahami lebih lanjut karakteristik gempa susulan pascagempa M 6,5 yang terjadi pada 26 September 2019 lalu.

Selain itu, pemasangan seismograf ini diharapkan juga bisa menjawab kenapa begitu banyak gempa susulan dan Ambon dan apa implikasinya untuk kesiapsiagaan dan mitigasi potensi kejadian yang sama di masa depan.

Adapun pemasangan seismograf ini bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)

Agus Wibowo, Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, mengatakan diskusi rencana pemasangan seismometer dibahas bersama antara Kodam, BNPB, BPBD Provinsi Maluku dan BMKG dalam rapat koordinasi pada Kamis (17/10/2019) di Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Gempa Maluku.

"Sejumlah 11 unit seismograf akan dipasang di Ambon sebanyak 4 unit, Haruku 1 unit, Saparua 2 unit dan Seram sebanyak 4 unit," ujar Agus, melalui keterangan resminya pada Kamis (17/10/2019).

Berdasarkan arahan Kasdam XVI/ Pattimura Brigjen TNI Asep Setia Gunawan, satu orang babinsa akan bertanggung jawab terhadap setiap titik koordinat rencana pemasangan seismograf kepada Koramil dan Kodim setempat.

Selanjutnya disepakati antar peserta diskusi bahwa posisi pemasangan alat disesuaikan dengan kondisi di lapangan untuk menjamin keamanan alat selama dua bulan.

Pemasangan alat tersebut baru akan dilakukan antara BMKG, ITB dan tim teknis Kodam Pattimura pada Jumat (18/10/2019) sampai 10 hari ke depan.

Sementara itu, gempa susulan masih terus terdeteksi. Hingga Kamis (17/10/2019) pukul 09.00 WIT, BMKG merilis gempa susulan pascagempa M 6,5 sejumlah 1.637 kali. Dari sejumlah gempa susulan tersebut, 184 gempa susulan dapat dirasakan warga setempat.

Data BPBD Provinsi Maluku per (16/10/2019), pukul 18.00 WIT, mencatat total penyintas berjumlah 103.327 jiwa. Jumlah penyintas tertinggi berada di Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) dengan angka 90.833 jiwa, sedangkan Kota Ambon 6.251 dan Seram Bagian Barat (SBB) 6.244.

Gempa dengan magnitudo 6,5 dan berkedalaman 10 km ini menyebabkan 361 luka ringan dan 4 luka berat. Data terkini untuk korban meninggal dunia berjumlah 41 orang, dengan rincian Kabupaten Malteng 18 orang, Kota Ambon 12 dan SBB 11.

Gempa juga menyebabkan kerusakan di sektor pemukiman dan infrastruktur umum. Total rumah rusak mencapai 8.753 unit dengan kategori yang berbeda.

Rincian rumah rusak di Kabupaten Malteng berjumlah 6.416 unit dengan rincian rusak berat (RB) 1.040 unit, rusak sedang (RS) 1.627 dan rusak ringan (RR) 3.749. Jumlah rumah rusak di Kota Ambon berjumlah 1.203 unit dengan rincian, RB 253 unit, RS 261 dan RR 689, sedangkan di SBB RB 298, RS 483 dan RR 353.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
gempa

Editor : Andhika Anggoro Wening
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top