Apple Hapus Emoji Bendera Taiwan di iPhone Hong Kong

Hal tersebut disadari oleh masyarakat yang tinggal di dua daerah tersebut setelah Apple merilis versi terbaru iOS 13 beberapa hari yang lalu.
Geofanni Nerissa Arviana
Geofanni Nerissa Arviana - Bisnis.com 09 Oktober 2019  |  16:58 WIB
Apple Hapus Emoji Bendera Taiwan di iPhone Hong Kong
Seorang pembeli mencoba membandingkan ukuran iPhone XS Max dan iPhone XS di gerai Apple Singapura Jumat (21/9/2018). - Reuters/Edgar Su

Bisnis.com, JAKARTA – Apple menghapus emoji bendera Taiwan dari beberapa perangkat iPhone. Penghapusan itu dilakukan via perangkat lunak di iPhone yang digunakan di Hong Kong dan Makau.

Hal tersebut disadari oleh masyarakat yang tinggal di dua daerah tersebut setelah Apple merilis versi terbaru iOS 13 beberapa hari yang lalu.

Sebelumnya, Apple juga menghapus emoji bendera Taiwan bagi pengguna di daratan China. Pengguna di wilayah lainnya juga dapat menghapus emoji tersebut dengan mengatur perangkat mereka menjadi area Hong Kong atau Makau.

Jika ada pengguna lain yang mengirimkan emoji bendera Taiwan ke pengguna di Hong Kong dan Makau, maka emoji tersebut akan tetap muncul. Namun, hal tersebut tidak berlaku di China.

Apple menjual jutaan iPhone di China dan bergantung pada pabrik-pabrik besar di China untuk merakit sebagian besar handset-nya. Namun, perusahaan juga harus mengikuti undang-undang setempat yang terus diperketat dalam hal informasi digital.

Pekan lalu, Apple juga menolak dan kemudian menyetujui aplikasi penunjuk peta mereka dapat menunjukkan titik panas dalam protes Hong Kong.

Meskipun China dan Taiwan sudah dipegang oleh pemerintah yang berbeda, tetapi Partai Komunis China masih berusaha mempersatukan keduanya. Di sisi lain, Presiden Taiwan Tsai Ing-wen yang diusung oleh Partai Progresif Demokratik mendukung adanya kemerdekaan.

Ia juga meningkatkan kritiknya terhadap Beijing terkait protes demokrasi di Hong Kong yang memicu keraguan tentang penyatuan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
iphone

Sumber : Bloomberg

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top