Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Koalisi atau Oposisi, Prabowo akan Umumkan Sikap 17 Oktober

Juru Bicara Prabowo, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan bahwa keputusan politik ini ditunggu banyak orang.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 09 Oktober 2019  |  17:04 WIB
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto memberi hormat kepada Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri saat hadir pada pembukaan Kongres V PDIP di Sanur, Bali, Kamis (8/8/2019). - ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto memberi hormat kepada Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri saat hadir pada pembukaan Kongres V PDIP di Sanur, Bali, Kamis (8/8/2019). - ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana

Bisnis.com, JAKARTA — Partai Gerindra sampai saat ini belum mengambil sikap resmi terkait posisi mereka dalam lima tahun ke depan apakah akan di oposisi atau koalisi. Dalam rapat dewan pembina beberapa bulan lalu, semua diserahkan kepada Ketua Umum Prabowo Subianto.

Juru Bicara Prabowo, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan bahwa keputusan politik ini ditunggu banyak orang.

“Istilah saya akan menjadi mitra kritis atau jadi mitra internal, oposisi atau dalam pemerintahan itu akan diputuskan sekitar tanggal 17 Oktober,” katanya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (9/10/2019).

Dahnil menjelaskan bahwa pada hari itu akan dilakukan rapat kerja nasional. Di sana, Prabowo berencana meminta masukan dari seluruh pimpinan dari berbagai daerah.

“Kemungkinan di Jakarta atau di Hambalang. Tempatnya belum ditentukan. Di situlah nanti Pak Prabowo akan menyampaikan kepada publik sikap politik Pak Prabowo dan sikap politik Gerindra,” jelasnya.

Di sisi lain, Wakil Ketua Umum Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan bahwa Prabowo telah menyampaikan konsep dan ide soal ketahanan pangan dan energi kepada pemerintah.

Kalau rancangan ini diterima, Gerindra bisa saja masuk dalam pemerintahan. Menteri yang diincar Gerindra adalah menteri pertahanan.

“Ya, kalau diterima ya, mungkin pos itu yang diberikan. Kan, kami juga tidak bisa juga [memaksa]. Kan, ini hak pretogatif presiden. Kami juga, kan, tidak bisa kemudian minta-minta ‘pak, harus Gerindra, itu harus Gerindra’ kan tidak bisa. Itu kalau kita konsepnya diterima,” katanya, di Kompleks Parlemen, Selasa (8/10/2019).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gerindra prabowo subianto
Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top