AS & Jepang Tandatangani Perjanjian Dagang Terbatas

Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer mengatakan bahwa kesepakatan ini mencakup sekitar US$55 miliar perdagangan pertanian dan digital antara kedua negara ekonomi utama.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 08 Oktober 2019  |  17:45 WIB
AS & Jepang Tandatangani Perjanjian Dagang Terbatas
Duta Besar Jepang untuk Amerika Serikat Shinsuke Sugiyama dan Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer memegang Perjanjian Perdagangan AS-Jepang setelah menandatanganinya ketika Presiden AS Donald Trump dan peserta lainnya bertepuk tangan selama upacara penandatanganan resmi di Gedung Putih di Washington, 7 Oktober 2019. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA -- Pemerintah Amerika Serikat dan Jepang menandatangani perjanjian perdagangan terbatas yang akan membuka akses pasar bagi petani AS dan memberikan jaminan bagi Jepang bahwa tidak ada tarif untuk impor mobil, setidaknya untuk saat ini.

Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer mengatakan bahwa kesepakatan ini mencakup sekitar US$55 miliar perdagangan pertanian dan digital antara kedua negara ekonomi utama.

"Ini adalah kesepakatan yang akan mengubah keadaan bagi petani dan peternak kami," ujar Presiden AS Donald Trump di Ruang Oval, seperti dikutip melalui Bloomberg, Selasa (8/10/2019).

Finalisasi perjanjian ini meningkatkan kemungkinan Jepang akan meloloskannya dalam sesi parlemen yang berakhir pada 9 Desember, dan memenuhi tujuan untuk memberlakukan isi perjanjian pada 1 Januari.

Di Tokyo, Menteri Keuangan Taro Aso mengatakan bahwa kesepakatan itu adalah solusi "win-win" untuk kedua negara dan dia mengharapkan agar proses ratifikasi berjalan cepat.

Trump yang akan mencalonkan diri dalam pemilu tahun depan, sangat ingin membuat kesepakatan dengan Jepang untuk memenangkan suara dari basis pendukungnya di sektor pertanian, yang sebagian besar telah dikucilkan oleh pasar China sebagai aksi balasan perang dagang.

Dalam kesepakatan itu, Jepang akan mengurangi tarif terhadap produk pertanian AS senilai US$7,2 miliar, termasuk produk daging sapi dan babi, yang saat ini dikenakan pungutan lebih tinggi daripada pesaing seperti Australia.

Sementara itu, tujuan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe menandatangani perjanjian terbatas ini adalah untuk mendapatkan kepastian bahwa AS tidak akan memberlakukan tarif ekspor terhadap mobil Jepang.

Bisnis ekspor otomotif Jepang ke AS bernilai sekitar US$50 miliar per tahun dan merupakan penopang ekonomi terbesar ketiga dunia tersebut.

Perjanjian yang usulkan tidak akan menurunkan proteksi Jepang terhadap komoditas padinya, di mana para petani juga merupakan pendukung terkuat Partai Demokrat Liberal yang mengusung Abe.

Dengan mempertahankan penjagaannya terhadap produk pertanian ikonik Jepang serta memberikan subsidi bagi petani yang mungkin dirugikan dengan kebijakan ini, Abe kemungkinan akan memenangkan ratifikasi di parlemen, meskipun dengan tentangan oposisi.

AS telah mengatakan perjanjian ini, yang ditandatangani secara prinsip di sela-sela Majelis Umum PBB bulan lalu, hanyalah fase pertama dari pakta yang lebih luas.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
perdagangan

Editor : Achmad Aris

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top