The Fed George: Tak Perlu Pangkas Suku Bunga Kecuali Perlambatan Makin Dalam

Presiden Federal Reserve wilayah Kansas City Esther George mengatakan dia tidak setuju terhadap penurunan suku bunga pada dua pertemuan kebijakan terakhir karena ekonomi AS saat ini berjalan baik, namun dia siap untuk mendukung pengurangan lebih lanjut jika dia melihat bukti dari perlambatan pertumbuhan yang lebih tajam.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 07 Oktober 2019  |  08:01 WIB
The Fed George: Tak Perlu Pangkas Suku Bunga Kecuali Perlambatan Makin Dalam
/Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Federal Reserve wilayah Kansas City Esther George mengatakan dia tidak setuju terhadap penurunan suku bunga pada dua pertemuan kebijakan terakhir karena ekonomi AS saat ini berjalan baik, namun dia siap untuk mendukung pengurangan lebih lanjut jika dia melihat bukti dari perlambatan pertumbuhan yang lebih tajam.

"Moderasi pertumbuhan ekonomi pada 2019 telah sejalan dengan pandangan saya sendiri yang menyerukan penurunan bertahap menuju tren dalam jangka menengah," kata George menurut pernyataan yang disiapkan untuk pertemuan National Association for Business Economics, seperti dikutip Bloomberg.

"Jika data menunjukkan ekonomi melemah, kebijakan penyesuaian mungkin tepat untuk mencapai mandat Federal Reserve menuju pekerjaan maksimum yang berkelanjutan dan harga yang stabil,” lanjutnya.

Gubernur Federal Reserve Jerome Powell mengatakan pada hari Jumat (4/10) bahwa ekonomi AS berada di "posisi yang baik" tetapi menghadapi risiko. Sikapnya tidak memberikan sinyal yang jelas apakah ia mendukung Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) memangkas suku bunga lagi tahun ini.

Pasar memperkirakan penurunan lain pada Oktober menyusul pelemahan dalam sektor manufaktur, layanan, dan data ketenagakerjaan, di tengah ekonomi global yang melambat serta perang perdagangan dengan China.

George, yang berada di antara pejabat The Fed yang paling hawkish dan mempertanyakan perlunya pemangkasan suku bunga, mengisyaratkan bahwa ia akan bersikap fleksibel jika data terlihat lebih buruk dari yang diperkirakan.

"Dengan pertumbuhan yang moderat, rekor pengangguran rendah, serta dan prospek inflasi yang landai, mempertahankan kebijakan menjadi pilihan yang tepat," kata George. "Tentu saja ada risiko terhadap prospek karena ekonomi menghadapi ketidakpastian kebijakan perdagangan dan aktivitas global yang lebih lemah."

Pada pertemuan FOMC September, hanya tujuh dari 17 peserta yang memproyeksikan penurunan suku bunga berikutnya setelah penurunan pada dua pertemuan sebelumnya.

George mengatakan ia tidak percaya The Fed yang tidak mencapai target inflasi 2 persen selama lebih dari tujuh tahun terakhir merupakan sebuah kekhawatiran.

"Tingkat pengangguran mendekati level terendah 50 tahun, inflasi rendah dan stabil, dan ekonomi tumbuh potensial," katanya.

"Di tengah ekspansi siklus bisnis terpanjang dalam sejarah, inflasi berjalan sedikit di bawah 2 percen. Ini bukan pembenaran yang memaksa untuk menyediakan akomodasi kebijakan moneter tambahan," lanjutnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
federal reserve

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top