Powell: Ekonomi AS Tetap Aman Meskipun Hadapi Risiko

Komentar Powell tersebut disampaikan sesaat setelah laporan pasar tenaga kerja AS menunjukkan hasil yang beragam, di mana payroll tumbuh lebih lambat dari bulan lalu meskipun tingkat pengangguran turun ke level terendah sejak 1969.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 06 Oktober 2019  |  14:09 WIB
Powell: Ekonomi AS Tetap Aman Meskipun Hadapi Risiko
Presiden AS Donald Trump (kiri) bersama Jerome Powell, Gubernur The Fed. - Reuters/Carlos Barria

Bisnis.com, JAKARTA – Gubernur The Fed Jerome Powell menyampaikan dalam sebuah kesempatan pidato pada Jumat (4/10), bahwa ekonomi Amerika Serikat masih berada pada posisi aman meskipun kini dihadapi dengan sejumlah risiko.

“Tingkat pengangguran kini berada di rekor terendah untuk setengah abad terakhir dan inflasi bergerak sedikit di bawah target 2%. Pekerjaan kami adalah untuk mempertahankan kondisi ini selama mungkin,” ujarnya seperti dikutip melalui Bloomberg, Minggu (6/10).

Komentar Powell tersebut disampaikan sesaat setelah laporan pasar tenaga kerja AS menunjukkan hasil yang beragam, di mana payroll tumbuh lebih lambat dari bulan lalu meskipun tingkat pengangguran turun ke level terendah sejak 1969.

Walaupun Powell tidak secara khusus mengutip hasil laporan ketenagakerjaan dalam pidatonya, dia menyampaikan tentang pentingnya mempertahankan tenaga AS yang kuat secara historis.

“Meskipun tidak semua orang sepenuhnya dapat memanfaatkan peluang ekonomi dan ekonomi kini menghadapi beberapa risiko, secara keseluruhan ekonomi AS saat ini ada di posisi yang baik,” katanya.

The Fed telah memangkas suku bunga dua kali tahun ini untuk melindungi ekonomi AS dari pertumbuhan global yang lemah dan ketidakpastian kebijakan perdagangan.

Para traders di pasar berjangka bertaruh bahwa bank sentral akan menurunkan suku bunga lagi pada pertemuan FOMC 29-30 Oktober.

Powell tidak mengungkapkan arah yang jelas tentang jalur suku bunga di masa depan dalam sambutannya, yang sebagian besar membahas tinjauan strategis jangka panjang The Fed tentang kebijakan dan praktiknya.

Sebagai bagian dari tinjauan itu, bank sentral mengadakan serangkaian acara "Fed Listens" untuk mengumpulkan pendapat dari akademisi, pengorganisir masyarakat, perusahaan dan lainnya tentang apa yang harus dilakukan pembuat kebijakan.

Melalui tinjauan tersebut Powell dan rekannya akan mempelajari strategi yang mungkin memungkinkan untuk merealisasikan inflasi 2% secara simetris dan berkelanjutan.

“Dengan demikian hal ini akan membantu meredam ekspektasi inflasi di kalangan konsumen, bisnis, dan investor dari tergelincir terlalu rendah, karena sentimen tersebut telah muncul di beberapa negara maju,” ujar Powell.

Ketua The Fed tersebut mengatakan dia ingin melihat inflasi bergerak lebih tinggi untuk secara konsisten memenuhi target 2% bank sentral.

“Kami sebenarnya ingin inflasi sedikit lebih tinggi dan tidak melemah seperti di beberapa tempat lain di dunia,” kata Powell.

Pada kesempatan lain, The Fed mengumumkan bahwa mereka akan memperpanjang operasi repo overnight sampai dengan 4 November, dari jadwal sebelumnya 10 Oktober.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Kebijakan The Fed, bank sentral

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top