Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

OTT Terus Terjadi Pertanda Korupsi di Daerah Tak Dituntaskan

Penangkapan Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara dalam operasi tangkap tangan KPK menandakan korupsi di daerah semakin akut dan tidak segera dituntaskan.
MG Noviarizal Fernandez
MG Noviarizal Fernandez - Bisnis.com 07 Oktober 2019  |  18:45 WIB
Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara - Istimewa
Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara - Istimewa

Bisnis.com,JAKARTA- Penangkapan Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara dalam operasi tangkap tangan KPK menandakan korupsi di daerah semakin akut dan tidak segera dituntaskan.

Peneliti senior Pusat Kajian Kebijakan Publik dan Hukum (Puskapkum) Rahmat Saputra mengatakan kasus korupsi yang kembali menjerat kepala daerah menunjukkan perbaikan di tata kelola pemerintah daerah belum dituntaskan.

"Pembinaan kepada pemda semestinya dilakukan oleh Kementerian Dalam Negeri. Tapi nyatanya korupsi di daerah terus terjadi. Ini bukti Kemendagri gagal melakukan pembinaan ke pemda-pemda," ujar Rahmat di Jakarta, Senin (7/10/2019).

Dia mengatakan pola korupsi yang dilakukan oleh kepala daerah sebenarnya mudah diidentifikasi. Artinya, sambung Rahmat, pemerintah pusat dengan kewenangan yang dimiliki dapat menutup potensi korupsi yang muncul di daerah.

"Tapi sayangnya, sudah ratusan kepala daerah tersangkut korupsi dengan pola yang hampir sama, tetapi tidak ada upaya pencegahan. Ini ada apa" tanya Rahmat.

Pengajar Fakultas Hukum Universitas Bhayangkara Jakarta Raya ini juga menyoroti kerja KPK dari sisi pencegahan. Menurut dia, semestinya KPK dapat membentuk sistem antikorupsi di level pemerintah daerah.

 "Sayangnya KPK lebih menonjol aksi penindakannya, nyatanya pencegahan tidak terjadi di pemda," katanya.

Ia menyarankan agar KPK dan Kementerian Dalam Negeri membuat sistem pencegahan korupsi di level daerah. Ia mencontohkan pengelolaan pemerintah daerah berbasis elektronik dapat menjadi alternatif pencegahan korupsi.

 "Namun, jangan hanya simbolik saja. Harus terbentuk sistem antikorupsi yang kokoh,” pungkasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

korupsi OTT KPK
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top