CEK FAKTA: Beredar Foto Gubernur Anies-Novel Baswedan Dikaitkan dengan Dugaan Korupsi, Benarkah?

Atas munculnya foto itu, lembaga antirasuah kemudian mengklarifikasi lantaran foto tersebut dipandang sebagai bentuk serangan dan penyebaran informasi tidak benar alias hoaks.
Ilham Budhiman
Ilham Budhiman - Bisnis.com 03 Oktober 2019  |  20:18 WIB
CEK FAKTA: Beredar Foto Gubernur Anies-Novel Baswedan Dikaitkan dengan Dugaan Korupsi, Benarkah?
Penyidik Senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan - ANTARA/Yulius Satria Wijaya

Bisnis.com, JAKARTA - Belum lama ini beredar foto yang memperlihatkan sosok Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Penyidik KPK Novel Baswedan di sebuah masjid.

Dalam foto itu, tampak Anies dengan kemeja hitam dan Novel Baswedan yang berpeci tengah berlesehan berdua di lantai masjid usai melaksanakan salat.

Narasi muncul seolah-olah dalam pertemuan itu dikaitkan-kaitkan dengan sebuah laporan terkait dugaan korupsi Anies Baswedan dengan sebuah lembaran yang tertulis 'Tanda Bukti Penerimaan Laporan/Informasi Dugaan TPK'.

Atas munculnya foto itu, lembaga antirasuah kemudian mengklarifikasi lantaran foto tersebut dipandang sebagai bentuk serangan dan penyebaran informasi tidak benar alias hoaks.

"Dan dapat membentuk wacana negatif tentang KPK dan pegawai KPK Novel Baswedan," ujar Juru bicara KPK Febri Diansyah, Kamis (3/10/2019).

Febri juga memastikan bahwa pertemuan dalam foto dan laporan korupsi merupakan dua hal yang tidak berhubungan. 

Menurutnya, pengaduan masyarakat terkait dugaan korupsi disebut bersifat tertutup dan diproses di Direktorat Pengaduan Masyarakat yang berada di bawah Kedeputian Pengawasan Internal dan Pengaduan Masyatakat (PIPM).

Kedeputian itu menurutnya terpisah dengan tempat Novel Baswedan bertugas yaitu Direktorat Penyidikan pada Kedeputian Bidang Penindakan. 

"Sehingga, tidak memungkinkan bagi seorang penyidik untuk mengetahui apalagi mempengaruhi proses telaah dan analisis di Direktorat Pengaduan Masyarakat," kata Febri dalam keterangan resminya, Kamis (3/10/2019).

Adapun setelah melakukan pengecekan, lanjut dia, peristiwa dalam foto tersebut terjadi setelah salat pada awal Juni 2017. Saat itu, Novel masih dalam proses perawatan mata setelah operasi di Singapura.

"Sebagaimana kita ketahui, Novel diserang dengan siraman air keras usai salat subuh pada 11 April 2017 lalu. Satu hari kemudian, ia dilarikan ke RS di Singapura untuk mendapatkan tindakan medis," kata Febri.

Artinya, pada awal Juni 2017 tersebut diketahui Novel masih berada dalam perawatan intensif dan banyak pihak yang mengunjungi atau membesuk Novel di Singapura, termasuk Anies Baswedan yang masih memiliki hubungan saudara dengan Novel.

"Akan tetapi, dengan dibentuknya framing seolah-olah hubungan saudara dan foto tersebut mempengaruhi penanganan perkara di KPK, kami pastikan hal tersebut tidak terjadi," ujar Febri.

Febri menekankan bahwa di KPK terdapat aturan yang tegas tentang antikonflik kepentingan. Ada larangan di undang-undang hingga aturan kode etik KPK.

"Jika ada pihak dalam perkara memiliki hubungan keluarga dengan pegawai KPK yang menangani kasus tersebut maka pegawai wajib menyatakan dan mundur dari tugas tersebut," kata dia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
KPK, anies baswedan

Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top