Terlibat Skandal, Presdir Kansai Electric Tegaskan Tidak Berniat Mundur

Presiden Direktur Kansai Electric Power Co Jepang mengatakan dia tidak berniat mengundurkan diri setelah pekan lalu mengakui bahwa dirinya dan 19 karyawan perusahaan telah menerima pembayaran hibah senilai 320 juta yen (US$3 juta).
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 02 Oktober 2019  |  15:26 WIB
Terlibat Skandal, Presdir Kansai Electric Tegaskan Tidak Berniat Mundur
Shigeki Iwane - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Direktur Kansai Electric Power Co Jepang mengatakan dia tidak berniat mengundurkan diri setelah pekan lalu mengakui bahwa dirinya dan 19 karyawan perusahaan telah menerima pembayaran hibah senilai 320 juta yen (US$3 juta).

Dilansir Bloomberg, Shigeki Iwane mengatakan pada konferensi pers bahwa dia ingin tetap di posisinya dan mendapatkan kembali kepercayaan publik. Iwane mengatakan dia dan para eksekutif lainnya telah menerima hibah dari seorang pejabat pemerintah kota yang menjadi lokasi salah satu pembangkit nuklir perusahaan.

Skandal itu muncul pada saat kepercayaan publik terhadap perusahaan pembangkit listrik tenaga nuklir tersebut sudah berada di titik terendah. Kepercayaan itu hancur setelah bencana nuklir Fukushima Maret 2011 ketika gempa bumi dan tsunami yang besar memicu kehancuran di pembangkit listrik perusahaan.

Hal ini juga menjadi pengingat yang jelas bahwa meskipun Perdana Menteri Shinzo Abe mendorong tata kelola perusahaan yang lebih baik, praktik suap masih ada di beberapa perusahaan besar.

"Saya ingin memenuhi tanggung jawab saya dengan mengambil kepemimpinan dalam menemukan penyebab dari apa yang terjadi dan membuat langkah-langkah pencegahan," kata Iwane dalam konferensi pers yang disiarkan langsung di NHK, seperti dikutip Bloomberg.

Iwane mengatakan bahwa tidak ada bantuan yang diberikan sebagai imbalan atas pemberian hibah dan bahwa bisnis antara Kansai Electric dan perusahaan yang terkait dengan orang yang melakukan hibah tersebut berjalan dengan seharusnya.

Kantor berita Kyodo melaporkan bahwa pejabat itu sebelumnya mengatakan kepada otoritas pajak bahwa pembayaran itu merupakan bentuk apresiasi karena telah mendukung ekonomi kota yang sangat bergantung pada pembangkit listrik Kansai Electric.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ekonomi jepang

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top