Kinerja Outlook Pabrik China Terus Turun

Pelemahan terus-menerus di sektor manufaktur mendukung harapan pasar bahwa langkah-langkah dukungan kebijakan tambahan mungkin diperlukan untuk mencegah perlambatan terburuk China dalam beberapa dekade terakhir.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 30 September 2019  |  11:32 WIB
Kinerja Outlook Pabrik China Terus Turun
Ekonomi China. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA -- Aktivitas pabrik China menyusut untuk bulan kelima berturut-turut pada September, dan meskipun penurunan sedikit mereda, tren yang mendasarinya menunjuk pada tekanan yang terus menerus pada ekonomi di tengah perang dagang dengan Amerika Serikat.

Pelemahan terus-menerus di sektor manufaktur mendukung harapan pasar bahwa langkah-langkah dukungan kebijakan tambahan mungkin diperlukan untuk mencegah perlambatan terburuk China dalam beberapa dekade terakhir.

Data dari Biro Statistik Nasional (NBS) menunjukkan Indeks Manajer Pembelian (PMI) resmi berada pada posisi 49,8 untuk September, sedikit lebih tinggi dari 49,5 pada Agustus. Perlu diingat, poin 50 menandakan batas antara kontraksi dengan ekspansi.

Sebelumnya, analis yang disurvei oleh Reuters memperkirakan PMI September tetap tidak berubah dari pembacaan Agustus.

"Total pesanan baru, termasuk yang dari dalam dan luar negeri, kembali tumbuh pada September, sebagai indikasi membaiknya permintaan domestik, tetapi pesanan ekspor baru turun untuk bulan ke-16 meskipun sedikit meningkat dari bulan sebelumnya," seperti dikutip melalui Reuters, Senin (30/9/2019).

Produksi juga naik pada laju yang lebih cepat pada September, didukung oleh pertumbuhan pesanan baru.

Di tengah lemahnya permintaan di beberapa bulan lalu, sebagian pabrik terus memotong jumlah pekerja hingga September karena ketidakpastian bisnis mengaburkan prospek pertumbuhan. Sub-indeks ketenagakerjaan berada di 47,0 versus 46,9 pada Agustus.

Sektor manufaktur China mencatatkan kinerja buruk dalam beberapa bulan terakhir karena permintaan domestik yang lemah dan tarif perdagangan yang lebih tinggi.

Bulan lalu, pertumbuhan produksi industri jatuh ke level terlemahnya, sedangkan harga produsen, barometer utama permintaan, turun pada tingkat tertajam dalam 3 tahun.

Analis memperkirakan pertumbuhan China dapat melambat lebih lanjut pada kuartal ini dari level terendahnya dalam 30 tahun terakhir yang mendekati 6,2% pada kuartal kedua.

Meksi demikian, Bank Sentral China masih hawkish dengan kebijakan moneternya.

PBOC tidak terburu-buru untuk mengikuti negara-negara lain dalam melonggarkan kebijakan moneter secara signifikan tetapi memiliki banyak pilihan untuk membantu menopang pertumbuhan yang melambat.

Pemotongan PBOC baru-baru ini untuk suku bunga pinjaman satu tahun yang baru jauh lebih kecil daripada penurunan oleh The Fed dan Bank Sentral Eropa.

Sektor manufaktur yang berorientasi ekspor sangat rentan karena perang dagang yang berlangsung hampir selama 15 bulan antara dua ekonomi terbesar dunia tidak menunjukkan tanda-tanda akan segera berakhir.

"Para perunding perdagangan tingkat tinggi dari kedua belah pihak diperkirakan akan bertemu di Washington pada awal Oktober untuk menentukan apakah mereka dapat menemukan gencatan senjata dalam perang dagang mereka," tulis Reuters.

Sementara itu, PMI untuk sektor jasa layanan pada September berada pada 53,7, sedikit turun dari 53,8 Agustus, tetapi tetap jauh di atas tanda 50 yang memisahkan kontraksi dari ekspansi.

Sektor jasa yang kuat telah membantu Beijing mengurangi dampak dari ketidakpastian perdagangan dan memudarnya aktivitas pabrik. Namun, sektor tersebut mulai menunjukkan tanda-tanda pendinginan akhir tahun lalu karena ekonomi melambat secara luas.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
china

Editor : Achmad Aris

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top