Produksi Mobil Inggris Mulai Alami Kenaikan

Dilansir dari Bloomberg, produksi kendaraan naik 3,3 persen menjadi 92.158 unit pada Agustus, kenaikan pertama dalam 15 bulan terakhir, berdasarkan pernyataan kelompok lobi Society of Motor Manufacturers and Traders (SMMT) pada Kamis (26/9/2019).
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 26 September 2019  |  07:34 WIB
Produksi Mobil Inggris Mulai Alami Kenaikan
Pabrikan mobil Inggris terbesar ini memperkenalkan uji coba live mobil swakemudi dengan mata yang mempelajari pejalan kaki. - JAGUARLANDROVER

Bisnis.com, JAKARTA – Produksi mobil Inggris mematahkan serangkaian pelemahan pada bulan Agustus, karena pabrik melanjutkan produksi setelah penghentian dalam pemeliharaan musim panas.

Dilansir dari Bloomberg, produksi kendaraan naik 3,3 persen menjadi 92.158 unit pada Agustus, kenaikan pertama dalam 15 bulan terakhir, berdasarkan pernyataan kelompok lobi Society of Motor Manufacturers and Traders (SMMT) pada Kamis (26/9/2019).

Terlepas dari kenaikan tersebut, produksi secara year-to-date tercatat masih turun 17 persen atau hampir 180.000 unit.

"Meskipun pertumbuhan selalu disambut baik, angka hari ini menutupi tren penurunan yang mendasari dan penguatan terhadap tantangan global yang dihadapi sektor ini," kata CEO SMMT Mike Hawes, seperti dikutip Bloomberg.

Hawes mengatakan ketegangan perdagangan internasional, pergolakan dari peralihan ke mobil listrik, serta ancaman disepakatinya no-deal Brexit, atau keluarnya inggris dari Uni Eropa tanpa kesepakatan, menjadi penekan tren positif industri otomotif.

Sebelumnya, erusahaan-perusahaan termasuk Jaguar Land Rover Automotive Plc, Honda Motor Co, dan BMW AG memajukan penghentian produksi tahunan hingga April untuk membantu mengatasi potensi gangguan rantai pasokan no-deal Brexit.

Upaya mereka terbukti sia-sia ketika tanggal perpisahan diubah menjadi 31 Oktober setelah parlemen gagal menyetujui persyaratan Brexit.

Dengan kurang dari enam pekan sebelum tenggat waktu keluar yang telah direvisi, SMMT meminta politisi untuk "melipatgandakan upaya" untuk mengamankan kesepakatan yang mempertahankan perdagangan tanpa gesekan.

Komentar itu muncul setelah SMMT bergabung dengan lebih dari 20 organisasi perdagangan Eropa untuk memperingatkan bahwa Brexit kesepakatan berpotensi membuat produsen mobil Inggris terkena tarif dari Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), yang dapat menggelembungkan biaya hingga 5,7 miliar euro (US$6,2 miliar).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
inggris

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top