Kerja Sama Ekonomi dan Kawasan Jadi Isu Pertemuan Bilateral Indonesia di PBB

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menggelar delapan pertemuan bilateral dengan sejumlah negara dalam rangka Sidang Majelis Umum PBB di AS.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 25 September 2019  |  11:32 WIB
Kerja Sama Ekonomi dan Kawasan Jadi Isu Pertemuan Bilateral Indonesia di PBB
Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi bersama Menteri Luar Negeri Republik Dominika Miguel Vargas Maldonado dalam pertemuan bilateral di sela-sela Sidang Majelis Umum ke-74 PBB di New York, AS, Senin (23/9/2019). - Dok. Kementerian Luar Negeri RI

Bisnis.com, JAKARTA -- Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi telah melakukan delapan pertemuan bilateral dengan sejumlah negara pada hari pertama rangkaian kegiatan dalam rangka Sidang Majelis Umum ke-74 PBB di New York, AS.

Upaya peningkatan kerja sama ekonomi serta perkembangan stabiltas dan kemanan di kawasan dan global menjadi tema pembahasan dalam serangkaian pertemuan tersebut.

“[Dalam] Pembicaraan bilateral, saya fokuskan untuk membahas kerja sama ekonomi, kontribusi Indonesia dalam perdamaian dan stabilitas di kawasan dan global, maupun dukungan negara sahabat terhadap pencalonan Indonesia di Dewan HAM PBB,” ujar Retno dalam keterangan tertulis yang dirilis Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Rabu (25/9/2019).

Dia melakukan pertemuan bilateral dengan Menlu Yunani, Republik Dominika, Pantai Gading, Sudan Selatan, Ethiopia, Utusan Khusus Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB untuk Myanmar, Asisten Menlu AS, dan Utusan Khusus AS untuk Afghanistan.

Terkait kerja sama ekonomi,  Retno menekankan pentingnya instrumen pengaturan perdagangan bilateral, seperti Preferential Trade Agreement (PTA), khususnya dengan mitra non tradisional seperti Pantai Gading, Ethiopia, dan Republik Dominika. Dia juga menegaskan pentingnya partisipasi perusahaan dan BUMN Indonesia dalam membangun infrastruktur dan perumahan di beberapa negara seperti Pantai Gading dan Ethiopia.

Dalam berbagai kesempatan tersebut, Indonesia juga menindaklanjuti kesepakatan bisnis yang tercapai dalam Indonesia-Africa Infrastructure Dialogue di Bali 20-21 Agustus 2019. Selain itu, peningkatan interaksi antara pengusaha Indonesia dan negara sahabat juga sangat penting dalam mendorong kerja sama ekonomi.

“Saya mengundang pengusaha berbagai negara sahabat untuk hadir ke Trade Expo Indonesia (TEI)  2019," ucap Retno.

Secara khusus, dilakukan pula  penggalangan dukungan bagi pencalonan Indonesia di Dewan HAM.

“Indonesia memiliki komitmen tinggi untuk memajukan dan melindungi HAM di tingkat global melalui kerja sama internasional dan dialog,” imbuhnya.

Dalam pertemuan dengan Asisten Menlu AS David Stilwell, Utusan Khusus AS untuk Afghanistan Duta Besar (Dubes) Zalmay Khalilzad, dan Utusan Khusus PBB untuk Myanmar Christine Burgener, dibahas berbagai perkembangan keamanan dan perdamaian di kawasan dan global, yaitu ASEAN Outlook on Indo Pacific, perkembangan perdamaian di Afghanistan, serta  situasi terakhir di Rakhine State.

“Semua pihak mengapresiasi peran Indonesia dalam mendukung perdamaian di Afghanistan dan upaya untuk mendorong repatriasi pengungsi dengan aman, suka rela, dan bermartabat," ujar Retno.

Terkait dengan pandangan Asean mengenai Indo Pasifik yang disahkan pemimpin Asean pada Juli 2019, AS mendukung pandangan Asean yang dapat dijadikan platform bagi kerja sama kawasan  di kawasan Indo Pasifik, ke depannya.

Tak hanya itu, dalam rangkaian pertemuan bilateral, empat dokumen kerja sama telah ditandatangani, yang meliputi Perjanjian Kerja Sama Ekonomi dan Memorandum Kesepahaman mengenai Konsultasi Bilateral antara Indonesia dengan Yunani, serta Perjanjian Bebas Visa yang masing-masingdilakukan  dengan Ethiopia dan Pantai Gading.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pbb, hubungan bilateral

Editor : Annisa Margrit
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top