Tokyo Minta Jaminan Tarif, Kesepakatan Perdagangan AS-Jepang Terhambat

Kesepakatan perdagangan AS-Jepang mendapat hambatan pada menit-menit terakhir ketika para pejabat Jepang mencari jaminan bahwa pemerintahan Trump tidak akan mengenakan tarif keamanan nasional pada mobil dan suku cadang buatan Jepang.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 24 September 2019  |  07:49 WIB
Tokyo Minta Jaminan Tarif, Kesepakatan Perdagangan AS-Jepang Terhambat
PM Jepang Shinzo Abe - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Kesepakatan perdagangan AS-Jepang mendapat hambatan pada menit-menit terakhir ketika para pejabat Jepang mencari jaminan bahwa pemerintahan Trump tidak akan mengenakan tarif keamanan nasional pada mobil dan suku cadang buatan Jepang.

Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe bertujuan untuk menandatangani kesepakatan perdagangan pada pertemuan pekan ini di sela-sela Majelis Umum PBB di New York, yang akan memberikan peningkatan akses Jepang terhadap barang-barang pertanian AS dan pengurangan tarif barang-barang industri.

Tetapi kesepakatan perdagangan terbatas diperkirakan tidak mencakup perubahan tarif dan aturan perdagangan yang mengatur otomotif, yang menjadi sumber terbesar defisit perdagangan AS sebesar US$67,6 miliar dengan Jepang.

Sejauh ini, Trump telah menahan diri untuk menindaklanjuti ancamannya untuk mengenakan tarif hingga 25 percen pada mobil dan suku cadang impor Jepang dan Eropa di tengah negosiasi perdagangan yang sedang berlangsung dengan mitranya tersebut.

New York Times sebelumnya melaporkan bahwa Jepang menuntut "klausa matahari terbenam" yang akan membatalkan manfaat perdagangan bagi AS jika Trump mengenakan tarif pada impor kendaraan asal Jepang.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Jepang Masato Ohtaka mengatakan bahwa Jepang masih berharap untuk menandatangani kesepakatan perdagangan dengan AS pada akhir September dan bahwa masih ada waktu untuk menyelesaikan masalah yang tersisa.

Dia mengatakan kepada wartawan bahwa Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer dan Menteri Luar Negeri Jepang akan membahas masalah ini pada pertemuan di New York nanti pada Senin malam waktu setempat.

"Terus terang, kami masih punya waktu dan semua kolega saya di pemerintah melakukan upaya terbaik mereka untuk benar-benar memenuhi target ini," kata Ohtaka, seperti dikutip Reuters.

Pejabat eksekutif di dua produsen mobil mengatakan Jepang telah menyatakan keprihatinan terhadap penandatanganan kesepakatan tanpa jaminan bahwa Trump akan menahan diri untuk tidak mengenakan tarif pada ekspor otomotif Jepang karena ia mendapat manfaat dari konsesi pertanian Jepang.

Mereka yang tidak ingin disebutkan namanya ini mengkonfirmasi bahwa masalah tersebut dapat menunda penandatanganan kesepakatan perdagangan AS-Jepang hingga beberapa pekan ke depan.

Rincian kesepakatan perdagangan AS-Jepang belum diungkapkan, tetapi orang-orang mengetahui diskusi ini mengatakan kesepakatan tersebut akan memberikan akses pagi para petani AS memasarkan komoditas mereka ke pasar Jepang, termasuk daging sapi dan babi AS.

Tetapi beberapa orang mengatakan akses yang tersedia masih akan lebih rendah dari yang mereka terima seandainya As tetap dalam kesepakatan perdagangan Trans-Pasifik.

Kesepakatan itu juga mencakup modernisasi aturan perdagangan digital, yang diharapkan memperkuat model pengembangan internet AS, penghapusan perpajakan e-commerce lintas-batas, serta persyaratan lokalisasi data.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jepang, amerika serikat

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top