China Mulai Lirik Potensi Relokasi ke Thailand

WHA Corp, penyedia top Thailand untuk kebutuhan pabrik, mengatakan mereka memperkirakan setidaknya setengah dari kontrak penjualan tanah baik tahun ini dan selanjutnya dari perusahaan China naik dari sekitar 12% pada 2018.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 23 September 2019  |  10:39 WIB
China Mulai Lirik Potensi Relokasi ke Thailand
Bendera Thailand - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA -- Berdasarkan tren permintaan untuk kawasan industri di Asia Tenggara, ketertarikan manufaktur China untuk membangun pusat produksi di Thailand meningkat guna menghindari tarif impor Amerika Serikat.

WHA Corp, penyedia top Thailand untuk kebutuhan pabrik, mengatakan mereka memperkirakan setidaknya setengah dari kontrak penjualan tanah baik tahun ini dan selanjutnya dari perusahaan China naik dari sekitar 12% pada 2018.

Perusahaan ini juga mengembangkan kawasan industri di Vietnam.

Pejabat eksekutif firma tersebut untuk unit pengembangan industri perusahaan, David Nardone, mengungkapkan bahwa ada banyak minat untuk memindahkan kegiatan produksi ke Thailand.

"Ini akan berdampak signifikan bagi Thailand dan Vietnam. Setitik air dari China dapat menjadi berkah bagi kami karena ukuran ekonomi yang berbeda," ujarnya seperti dikutip melalui Bloomberg, Minggu (22/9/2019).

Thailand telah meluncurkan insentif termasuk keringanan pajak untuk menarik minat produsen yang berusaha menghindari tarif impor yang dipermasalahkan oleh AS dan China.

Bukti terbaru menunjukkan bahwa Vietnam telah bergerak lebih cepat untuk menarik minat produsen China.

Menurut penelitian oleh Nomura Holdings Inc., ada tiga kali lebih banyak perusahaan China berencana untuk merelokasi atau mengalihkan produksi ke Vietnam daripada ke Thailand.

Data Dewan Investasi menunjukkan, pada saat yang sama, nilai aplikasi investasi langsung asing bersih (net FDI) ke Thailand dari perusahaan-perusahaan China melonjak lima kali lipat pada paruh pertama 2019 dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Investasi China dan Hong Kong yang digabungkan bernilai sekitar US$1 miliar, disusul oleh Jepang, yang telah lebih melakukan produksi di Thailand.

WHA telah memiliki rencana untuk menambah enam kawasan industri ke dalam pipeline eksisting di Thailand dan telah mulai menjual tanahnya di Vietnam.

Nardone tidak melihat Thailand dan Vietnam sebagai pesaing, dengan mengatakan masing-masing memiliki kekuatan dan kelemahan. Butuh waktu lama untuk mendirikan pabrik di Vietnam, sementara Thailand kekurangan tenaga kerja, katanya.

"Produsen tampaknya hanya memindahkan sebagian produksi dari China mengingat besarnya pasarnya," dia menambahkan.

Saham WHA telah naik sekitar 8% tahun ini, melebihi kenaikan 4,6% dalam indeks SET benchmark ekuitas Thailand.

Para pejabat Thailand mengatakan perusahaan-perusahaan termasuk Sony Corp, Sharp Corp dan Harley-Davidson Inc. memindahkan beberapa manufaktur ke negara itu.

Mereka berharap investasi asing langsung akan membantu menghidupkan kembali ekonomi yang bergantung pada ekspor, tengah melambat karena kekuatan mata uang, dampak perang perdagangan dan gejolak politik domestik.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
thailand

Editor : Achmad Aris

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top