Korea Selatan Resmi Hapus Jepang dari Daftar Mitra Dagang Terpercaya

Korea Selatan juga berencana untuk pertukaran informasi intelijen dengan Jepang yang disahkan AS dan telah mengajukan keluhan kepada Organisasi Perdagangan Dunia atas Jepang karena memberlakukan kontrol ekspor yang lebih ketat pada bahan-bahan dasar utama untuk manufaktur teknologi.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 18 September 2019  |  12:43 WIB
Korea Selatan Resmi Hapus Jepang dari Daftar Mitra Dagang Terpercaya
Perdana Menteri Shinzo Abe dan Presiden Moon Jae/in di Korea

Bisnis.com, JAKARTA -- Korea Selatan secara resmi menghapus Jepang dari daftar mitra dagang terpercaya dalam babak terbaru perseteruan antara kedua sekutu Amerika Serikat tersebut.

"Perubahan ini berarti ekspor beberapa produk strategis ke Jepang akan mendapat pengawasan yang lebih ketat jika dibandingkan dengan pengiriman ke 28 tujuan jalur cepat lainnya," kata Kementerian Perdagangan Korea Selatan dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip melalui Bloomberg, Rabu (18/9/2019).

Langkah ini dilakukan setelah Jepang bulan lalu lebih dulu menyingkirkan Korea Selatan dari white list negara-negara yang dianggap aman sebagai mitra ekspor produk strategis.

Korea Selatan juga berencana untuk pertukaran informasi intelijen dengan Jepang yang disahkan AS dan telah mengajukan keluhan kepada Organisasi Perdagangan Dunia atas Jepang karena memberlakukan kontrol ekspor yang lebih ketat pada bahan-bahan dasar utama untuk manufaktur teknologi.

Ketegangan perdagangan telah merusak prospek ekonomi Korea Selatan karena beberapa perusahaan besar negara itu mengandalkan bahan-bahan dari Jepang untuk membuat produk seperti chip memori dan layar tampilan.

Ketegangan yang meningkat menjadi pertanda buruk bagi Korea yang juga kesulitan untuk berjuang di tengah lemahnya permintaan global dan perang perdagangan AS-China.

Ekspor Jepang ke Korea Selatan turun 9,4% pada Agustus, secara tahunan, sedangkan ekspor peralatan pembuatan chip asal Jepang ke Korea turun hampir 40%.

Perselisihan ini sebagian besar berasal dari perbedaan persepsi mengenai apakah Jepang telah menunjukkan penyesalan yang cukup atas penjajahan yang berlangsung pada 1910-1945 di Semenanjung Korea.

Tahun lalu, Mahkamah Agung Korea Selatan memutuskan untuk mendukung individu yang mencari kompensasi dari perusahaan Jepang atas tuduhahn kerja paksa selama era kolonial.

Jepang mengatakan keputusan itu melanggar perjanjian 1965 yang disepakati oleh kedua pemerintah pascaperang.

Dalam pernyataan ini pula, Kementerian Perdagangan Korea Selatan mengatakan perubahan status mitra dagang tersebut adalah langkah untuk meningkatkan kontrol negara atas ekspor produk strategis, dan bukan pembalasan terhadap Jepang.

Mereka juga menyampaikan bahwa pemerintah telah memberitahu Jepang tentang perubahan ini, dan menjelaskan latar belakang perubahan status kemitraan melalui berbagai cara.

Isshu Sugawara, menteri perdagangan Jepang, mengeluarkan pernyataan yang mengatakan sangat menyesalkan langkah pemerintah Korea menetapkan sebuah kebijakan memberikan penjelasan yang tepat.

"Kementerian Perdagangan Jepang akan terus mendesak otoritas perdagangan Korea Selatan untuk memenuhi tanggung jawab mereka untuk menjelaskan hal ini kepada masyarakat internasional," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jepang

Editor : Achmad Aris

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top