Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Boeing Naikkan Proyeksi Permintaan Pesawat di China 20 Tahun ke Depan

Boeing Co. pada Selasa (17/9/2019) meningkatkan proyeksi permintaan pesawat oleh China dalam 20 tahun ke depan didukung oleh ekspektasi perjalanan udara yang kuat, namun pertumbuhan armada baru akan lebih lambat dari prediksi tahun lalu.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 17 September 2019  |  12:24 WIB
Logo Boeing - Reuters
Logo Boeing - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Boeing Co. pada Selasa (17/9/2019) meningkatkan proyeksi permintaan pesawat oleh China dalam 20 tahun ke depan didukung oleh ekspektasi perjalanan udara yang kuat, namun pertumbuhan armada baru akan lebih lambat dari prediksi tahun lalu.

Dilansir Reuters, Maskapai penerbangan China akan membutuhkan 8.090 pesawat baru hingga 2038, 5,2 persen lebih tinggi dari perkiraan Boeing tahun lalu. Jumlah tersebut akan setara dengan US$1,3 triliun berdasarkan daftar harga Boeing.

Tahun lalu, Boeing memperkirakan pertumbuhan 6,2 persen permintaan pesawat baru di negara itu menjadi 7.690 pesawat hingga 2037.

"Kelas menengah yang berkembang, investasi yang signifikan dalam infrastruktur, serta teknologi canggih yang membuat pesawat lebih mampu dan efisien, terus mendorong permintaan yang luar biasa untuk perjalanan udara," kata Randy Tinseth, wakil presiden pemasaran komersial Boeing, seperti dikutip Reuters.

Boeing dan Airbus tengah bersaing untuk meningkatkan pangsa pasar di China, yang merupakan pasar penerbangan dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Keduanya telah membuka pabrik perakitan di negara tersebut.

Di sisi lain, larangan terbang armada Boeing 737 MAX secara global menyusul dua kecelakaan fatal telah membatasi kemampuan maskapai penerbangan China untuk meningkatkan kapasitas, ditambah dengan penurunan permintaan perjalanan yang menekan jumlah penumpang di tengah perlambatan ekonomi.

Boeing memproyeksikan permintaan pesawat lorong tunggal hingga 5.960 unit selama 20 tahun ke depan, mewakili 74 persen dari total pengiriman baru, sementara permintaan pesawat berbadan lebar di China diperkirakan mencapai 1.780 unit, tiga kali lipat dari armada berbadan lebar di China saat ini.

Boeing mengatakan China juga akan membutuhkan layanan komersial senilai sekitar sekitar US$1,6 triliun untuk armada pesawatnya selama periode itu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

boeing
Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top