BPNB Jawa Barat Gelar Diskusi & Penayangan Film di Lampung

BPNB Jawa Barat menggandeng Dinas Pendikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung menaja penayangan film dan diskusi nilai budaya di Bandar Lampung, Provinsi Lampung.
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 11 September 2019  |  02:07 WIB
BPNB Jawa Barat Gelar Diskusi & Penayangan Film di Lampung
Kemeriahan kegiatan penayangan film dan diskusi nilai budaya di Bandar Lampung yang digelar oleh Balai Pelestarian Nilai dan Budaya (BPNB) Jawa Barat menggandeng Dinas Pendikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Balai Pelestarian Nilai dan Budaya (BPNB) Jawa Barat menggandeng Dinas Pendikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung menaja penayangan film dan diskusi nilai budaya di Bandar Lampung, Provinsi Lampung.

Kegiatan yang berlangsung pada Senin (9/9/2019) yang bertajuk “Mengenal Tradisi Mencintai Negeri“ ini menghadirkan narasumber sineas Lampung Dede Safara Wijaya dan Hermansyah GA.

Kepala BPNB Jabar yang diwakili Kasubbag Tata Usaha Iing Imanuddin memaparkan BPNB Jabar merupakan lembaga di bawah Ditjen Kebudayaan Kemendikbud RI.

Di Indonesia ada 11 BNPB yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. BPNB yang berpusat di Bandung ini wilayah kerjanya mencakup Jabar, Banten, DKI Jakarta, dan Lampung.

“Lembaga ini berugas melakukan pencatatan, kajian, dan pelestarian nilai-nilai budaya,” kata Iing di hadapan puluhan pelajar dan peserta kegiatan ini, sebagaimana siaran pers yang diterima Bisnis.com pada Selasa (10/9/2019).

Pada kesempatan itu, BPNB juga mengapresiasi Disdikbud Provinsi Lampung yang telah berhasil mencatatkan dan masuk warisan tak benda budayanya terbanyak di wilayah BNBP Jawa Barat, melampaui Banten, DKI, dan Jawa Barat.

“Sudah puluhan tradisi dan budaya Lampung yang masuk warisan budaya tak benda. Ini prestasi yang membanggakan dan bukti komitmen keseriusan Disdikbud Provinsi Lampung dalam upaya pelestarian budaya dan tradisi daerahnya,” paparnya.

Untuk itu, lanjut Iing, BNPB berharap masyarakat dan generasi muda termasuk para pelajar turut serta membantu kerja BNPB dalam melakukan pencatatan nilai-nilai budaya daerah, baik kesenian, cara hidup, kuliner dan lainnya, agar tetap bertumbuhkembang dan lestari.

Sementara itu, Kadis Disdikbud Provinsi Lampung dalam sambutannya yang dibacakan Kabid Kebudayaan Arie Mardie Effendi mengatakan kegiatan penayangan dan diskusi film budaya ini bertujuan memperkenalkan kekayaan dan keragaman budaya nasional, meningkatkan pengetahuan, dan memberikan metode alternatif pembelajaran melalui media film.

Lebih lanjut, tuturnya, lewat kegiatan ini juga terjalin silaturahmi antarguru, siswa, sehingga ke depannya bisa menghasilkan program bersama. Lewat gelaran diskusi dan penayangan film sejarah dan budaya ini diharapkan bisa makin memperkuat persatuan dan karakter bangsa.

“Harapannya, ke depan siswa dan guru-guru me miliki wawasan yang lebih luas dan bisa menyajikan peristiwa sejarah lebih menarik melalui media film sehingga mampu mendongkrak minat peserta didik dalam belajar sejarah dan budaya,” ucapnya.

Dalam acara ini, pada sesi pertama ditayangkan film dokumenter “Prosesi Adat Sambut Temui Gubernur Lampung” karya Dede Safara Widjaya, dilanjutkan dengan diskusi menghadirkan narasumber sutradara film Dede Safara dengan moderator R. Hary W. Jayaningrat.

Pada sesi kedua ditayangkan film fiksi berjudul: “Hiwang” karya sutradara Dede Safara, dilanjutkan dengan diskusi dengan narasumber sineas Lampung Hermansyah GA dipandu Oki Laksito.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
seni budaya

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top