China Bakal Impor Pakan Ternak dari Argentina

Perjanjian dagang ini akan menghubungkan eksportir pakan utama dunia dengan konsumen global teratas.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 11 September 2019  |  11:32 WIB
China Bakal Impor Pakan Ternak dari Argentina
ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA -- China akan memberikan izin impor pakan ternak bungkil kedelai atau soybean meal dari Argentina untuk pertama kalinya melalui kesepakatan yang diumumkan oleh pemerintah Argentina pada Selasa (10/9/2019).

Perjanjian dagang ini akan menghubungkan eksportir pakan utama dunia dengan konsumen global teratas.

Kementerian Pertanian Argentina menyampaikan perjanjian tersebut akan ditandatangani oleh pejabat Argentina dan China di Buenos Aires pada Rabu (11/9/2019).

Bulan lalu, para pejabat China telah melakukan pemeriksaan terhadap pabrik-pabrik soymeal Argentina sebelum melakukan perjanjian.

Argentina telah mencoba selama bertahun-tahun untuk masuk ke pasar China, konsumen terbesar soymeal yang menggunakan pakan tersebut untuk mencukupi kebutuhan peternakan babi China yang masif.

China, yang belakangan ini dihadapi dengan sejumlah kesulitan untuk mempertahankan salah satu penopang ekonominya, dengan gigih menantang masuknya impor bahan pakan tersebut.

Namun, bersamaan dengan meningkatnya perang dagang dengan Amerika Serikat, tawaran Argentina tidak dapat dilewatkan oleh China yang butuh melakukan diversifikasi opsi impor.

"Ini adalah perjanjian bersejarah. Namun kesepakatan ini masih memerlukan proses dua langkah otorisasi pabrik dan kemudian pendaftaran yang bisa memakan waktu beberapa bulan lagi," ujar Gustavo Idigoras, ketua kamar ekspor biji-bijian Argentina, CIARA-CEC, seperti dikutip melalui Reuters, Rabu (11/9/2019).

Pakan yang diproduksi pabrik-pabrik yang terletak di tepi Sungai Parana Argentina, mengolah berbagai macam biji-bijian utama dan sebagian besar diekspor ke Asia Tenggara, Eropa dan Afrika Utara.

China hanya mengimpor sejumlah kecil soymeal untuk saat ini, tidak ada yang dari Argentina.

Argentina, pengekspor global utama kedelai olahan, memproyeksikan akan mengekspor total 26 juta ton soymeal tahun ini secara global, dan 8,5 juta ton biji mentah.

“Ini adalah berita yang sangat bagus dan tepat waktu. Argentina perlu menambah nilai ekspornya ke China dan dunia, ” kata Luis Zubizarreta, Ketua Organisasi Industri Kedelai ACSOJA Argentina yang mewakili petani, eksportir dan perusahaan benih.

Pakta ini memberikan ruang bernafas pasca berita buruk yang telah meredam ekonomi Argentina dalam beberapa bulan terakhir. Negara ini dalam resesi dan inflasi diperkirakan mencapai 55% tahun ini.

Presiden Mauricio Macri yang senang melakukan bisnis mengatakan perjanjian itu akan meningkatkan tingkat pekerjaan di sektor pertanian dan menciptakan lebih banyak peluang bagi para petani Argentina.

"Negara kami adalah pengekspor utama bungkil kedelai dan sekarang salah satu pasar terbesar di dunia telah dibuka," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
china

Editor : Achmad Aris

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top