Investasi di Indonesia dan Negara Asia Tenggara Dinilai Menarik Minat Asing

Investasi infrastruktur di  Indonesia dan negara Asia Tenggara lainnya merupakan sektor yang menawarkan peluang paling menjanjikan untuk investasi asing langsung (FDI).
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 07 September 2019  |  20:04 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Investasi infrastruktur di  Indonesia dan negara Asia Tenggara lainnya merupakan sektor yang menawarkan peluang paling menjanjikan untuk investasi asing langsung (FDI).

Hal itu terungkap dari jurnal yang dibuat oleh para pemenang kompetisi internasional Investment Challenge yang diselenggarakan pertama kalinya  oleh Oxford Business Group (OBG).

Jofer Princesa, siswa program MBA Regis di Ateneo Graduate School of Business (AGSB), membuat proposal  yang mampu mengidentifikasi peluang yang menjanjikan – seperti peluang dalam pembangunan jalan tol di Indonesia dan mampu menghadirkan argumen yang jelas mengenai cara mengurangi risiko investasi dan memastikan keuntungan jangka panjang.

Peringkat kedua dianugerahkan kepada Shannen Tan, peserta dari Cebu, dengan proposalnya yang menguraikan peluang besar untuk mengembangkan Business Process Outsourcing (BPO) di Vietnam, di mana sektor ini saat ini hanya sepertujuh ukurannya di Filipina.

Peringkat ketiga dianugerahkan kepada Daniel Roswell Ng, dengan proposalnya yang memilih industri konstruksi dan real estat di Vietnam.

Penghargaan khusus “Social Impact” diberikan kepada Danilo Dillo, peserta dari Cebu, yang berpendapat bahwa program beasiswa harus diadakan dalam rangka melengkapi para generasi milenial di Thailand dengan mindset pertanian berbasis pemikiran global yang dapat diterapkan pada situasi pertanian lokal.

“Menarik sekali bahwa banyak proposal yang berfokus pada wilayah Asia Tenggara, di mana sektor pertanian menjadi pilihan yang sangat populer diantara para peserta,” ujar Patrick Cooke dalam siaran persnya.

“Seiring dengan Asia Tenggara yang terus bergerak untuk mengimplementasikan ASEAN Economic Community (AEC) Blueprint, pilihan peserta menunjukkan bahwa adanya minat yang cukup tinggi di kalangan investor muda dan pengusaha Filipina untuk menangkap keuntungan dari peluang investasi di negara-negara tetangga dan menerapkan ide bisnis inovatif untuk menjawab tantangan pembangunan bersama di Asia Tenggara." Tambahnya. 

Menyusul kesuksesan acara kompetisi ini, OBG berencana untuk bermitra dengan sekolah bisnis dan universitas yang lebih terkemuka di seluruh negara di mana OBG beroperasi dalam rangka mendorong generasi muda untuk mempraktikkan keterampilan mereka dalam mengalokasikan modal mereka dalam menjawab tantangan dan menemukan peluang investasi di seluruh dunia.

Dalam kompetisi yang diadakan selama lima minggu tersebut, peserta diberikan kesempatan untuk mengakses terminal penelitian OBG secara gratis. OBG merupakan penyedia intelijen bisnis dan layanan konsultasi terkemuka di negara-negara berkembang.

Peserta ditantang untuk menggunakan alat riset online OBG untuk menjawab pertanyaan: "Apabila Anda memiliki segala sumber daya yang diperlukan, dari semua negara yang diteliti dalam laporan OBG, negara mana dan sektor apa yang menurut Anda memiliki peluang paling menjanjikan dalam hal investasi asing langsung untuk menghasilkan Tingkat Pengembalian Investasi (ROI) berkelanjutan dan menguntungkan selama 10 tahun ke depan? ”

Tantangan investasi ini dirancang untuk mendorong generasi pengusaha dan pemimpin bisnis Filipina untuk berpikir secara global dan mencari peluang investasi yang menguntungkan di luar negeri. Secara khusus, kompetisi ini bertujuan untuk membantu mereka menemukan tantangan dan peluang investasi di negara-negara dengan perekonomian kecil dan menengah (termasuk Filipina) yang mengalami pertumbuhan sangat cepat seperti BRIC (Brasil, Rusia, India dan Cina.)

Adapun panel juri terdiri dari Ketua OBG berbasis di London, Michael Benson-Colpi; Ketua Departemen Ekonomi, Keuangan dan Akuntansi, AGSB, Ana Bess Pingol; dan Editor Regional OBG untuk Asia, Patrick Cooke

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
asia tenggara

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top