Jaksa Main Mata Loloskan Lelang, Kantor Pengusaha Digeledah KPK Sampai Dini Hari

KPK melakukan penggeledahan di kantor Gabriella Yuan Ana, tersangka dugaan kasus suap lelang proyek Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Kota Yogyakarta Tahun Anggaran (TA) 2019, hingga Kamis dini hari.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 22 Agustus 2019  |  07:55 WIB
Jaksa Main Mata Loloskan Lelang, Kantor Pengusaha Digeledah KPK Sampai Dini Hari
Ilustrasi-Penyidik KPK melakukan penggeledahan barang bukti - ANTARA/Risky Andrianto

Bisnis.com, KARANGANYAR -  Penyidik KPK terus mencari bukti terkait dugaan kasus suap lelang proyek Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Kota Yogyakarta Tahun Anggaran (TA) 2019.

Penyidik KPK menggeledah kantor Gabriella Yuan Ana, tersangka dugaan kasus suap lelang proyek Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Kota Yogyakarta Tahun Anggaran (TA) 2019. Penggeledahan berlangsung di Karanganyar, Jawa Tengah, Rabu (21/8) hingga Kamis (22/8/2019) dini hari.

Kantor Ana terletak di  Jalan Mawar Timur 2/ AB .16 Fajar Indah RT 005 RW 009 Desa Baturan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Jateng. Yuan Ana adalah Direktur Utama PT Manira Arta Mandiri.

Sekitar enam orang petugas KPK melakukan penggeledahan di kantor Yuan Ana, mulai Rabu (21/8) sekitar pukul 20.00 WIB hingga selesai pada Kamis, sekitar pukul 00.15 WIB.

Setelah menggeledah empat jam lebih, petugas KPK keluar dengan membawa dua tas koper diduga berisi berkas-berkas surat administrasi proyek untuk dijadikan barang bukti.

Ketua RW 009 Desa Baturan, Kecamatan Colomadu Karanganyar H. Ceng Haidar yang dijadikan saksi mengatakan enam petugas KPK masuk melakukan penggeledahan di kantor milik Gabriella Yuan Ana di Baturan Colomadu Karanganyar.

"KPK masuk melakukan penggeledahan, Rabu (21/8), sekitar pukul 20.00 WIB. Saya diminta tanda tangan surat-surat kemungkinan sebagai saksi," kata Haidar.

Namun, Haidar tidak mengetahui pasti surat-surat atau berkas-berkas yang dikumpulkan dan dibawa oleh petugas KPK.

Waseso, orang tua tersangka Gabriella Yuan Ana, mengatakan sebelum penggeledahan, sempat dihubungi dan kemudian datang ke lokasi.

Menurut Waseso kedatangan KPK ke kantor putrinya merupakan prosedur sebelum membuka segel untuk dilakukan penggeledahan.

Menurut Waseso, sekitar enam orang dari KPK melakukan cek berkas-berkas di kantor putrinya, juga memanggil sejumlah pegawai Ana.

"Kami juga sudah meminta putri yang kini menjadi tersangka untuk proaktif apa yang ditanyakan oleh KPK terbuka saja," kata Waseso.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan tiga tersangka, yaitu sebagai pemberi Direktur Utama PT Manira Arta Mandiri (Mataram) Gabriella Yuan Ana, sedangkan sebagai penerima, yakni jaksa di Kejaksaan Negeri Yogyakarta atau anggota Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintahan, dan Pembangunan Daerah (TP4D) Eka Safitra, dan jaksa di Kejaksaan Negeri Surakarta Satriawan Sulaksono.

Pemberian uang tersebut terkait fee yang sudah disepakati sebesar 5 persen dari nilai proyek Rp8,3 miliar terkait proyek rehabilitasi saluran air hujan di Jalan Supomo pada Dinas PUPKP Kota Yogyakarta.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jaksa, OTT KPK

Sumber : Antara

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top