Di Pidato Kenegaraan, Presiden Jokowi Sindir Studi Banding Anggota DPR

Studi banding yang dilakukan anggota DPR dinilai tidak bermanfaat secara luas bagi masyarakat.
Yodie Hardiyan
Yodie Hardiyan - Bisnis.com 16 Agustus 2019  |  11:30 WIB
Di Pidato Kenegaraan, Presiden Jokowi Sindir Studi Banding Anggota DPR
Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato dalam Sidang Tahunan MPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (16/8/2019)./JIBI - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo menyindir anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) perihal studi banding ke luar negeri dalam Pidato Kenegaraan dalam Rangka HUT Ke-74 Proklamasi Kemerdekaan di Depan Sidang Bersama Dewan Perwakilan Daerah dan DPR di Gedung Senayan, Jumat (16/8/2019).

Dalam pidatonya, semula Jokowi mengingatkan kepada jajaran eksekutif supaya lebih efisien. Kemudian, dia pun menyinggung studi banding yang sering dilakukan anggota DPR.

"Untuk apa studi banding jauh-jauh sampai ke luar negeri padahal informasi yang kita butuhkan bisa diperoleh dari smartphone kita?" ucap Jokowi.

Setelah itu, Kepala Negara tiba-tiba menunjukkan smartphone warna hitam. Di luar teks pidato yang sudah disusun, Jokowi mengatakan apabila ingin mencari informasi terkait Amerika Serikat, Rusia, atau Jerman sebenarnya bisa melalui smartphone.

"Ini relevan buat anggota DPR," ujarnya, yang kemudian disambut riuh oleh para hadirin.

Seperti diketahui, studi banding anggota DPR ke luar negeri kerap mendapat sorotan dari publik. Selain dianggap menghabiskan anggaran negara, manfaat studi banding tersebut terhadap masyarakat luas juga dipertanyakan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Jokowi, dpr

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top