China Ancam Pendemo Hong Kong

Pemerintah China mengancam agar pengunjuk rasa di Hong Kong tidak “bermain api” dan tidak menangggap kesabaran pemerintah sebagai sebuah kelemahan.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 07 Agustus 2019  |  08:05 WIB
China Ancam Pendemo Hong Kong
Pemrotes pro-demokrasi melancarkan aksi di seluruh kota untuk meningkatkan tekanan kepada para pemimpin saah satu pusat keuangan dunia tersebut., 5 Agustus 2019. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA— Pemerintah China mengancam agar pengunjuk rasa di Hong Kong tidak “bermain api” dan tidak menangggap kesabaran pemerintah sebagai sebuah kelemahan.

Teguran yang dikeluarkan Beijing tersebut merupakan yang paling keras terhadap pelaku aksi protes di wilayah semi-otonom itu.

Dalam acara jumpa pers di Beijing kemarin, juru bicara Kantor Urusan Dewan Negara Hong Kong dan Makau, Yang Gung mengatakan "protes radikal" selama berbulan-bulan telah sangat mempengaruhi "kemakmuran dan stabilitas Hong Kong.

Kondisi itu telah mendorong wilayah tersebut ke jurang yang berbahaya".

Yang Gung menegaskan pemerintah China sangat mendukung tindakan kepolisian Hong Kong yang dikritik karena mengambil tindakan keras.

Begitu juga dengan  Pemimpin Eksekutif Carrie Lam yang didesak mundur oleh para pengunjuk rasa.

 

"Kami ingin menjelaskan kepada sekelompok kecil penjahat yang tidak bermoral dan kejam serta pasukan kotor di belakang mereka: Mereka yang bermain api akan dibinasakan," katanya.

"Adapun hukuman mereka, itu hanya masalah waktu," katanya seperti dikutip Aljazeera.com, Rabu (7/8/2019).

Dia memperingatkan agar pelaku aksi protes tidak meremahkan kekuatan besar dari pemerintah pusat.

Hong Kong telah dilanda aksi protes selama berminggu-minggu akibat penolakan atas undang-undang ekstradisi yang sekarang ditangguhkan. Undang-undang itu akan memungkinkan tersangka diadili di pengadilan China daratan.

Abatnya aksi protes meluas terhadap pemerintah di pusat keuangan Asia tersebut. Warga khawatir kebebsan mereka akan terkikis di bawah kendali yang kian ketat dari Partai Komunis.

Tuntutan demonstran termasuk penyelidikan independen terhadap dugaan kebrutalan polisi, pembebasan demonstran yang ditangkap dan pemilihan langsung pejabat Hong Kong.

Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) di Hong Kong tetap berada di barak sejak protes dimulai pada bulan April. Keamaman di wilayah itu diserahkan kepada polisi Hong Kong yang menghadapi demonstrasi besar-besaran.

Pekan lalu, garnisun PLA di sana mengeluarkan video yang memperlihatkan latihan "anti huru-hara", dan petingginya memperingatkan bahwa kekerasan "benar-benar tidak diizinkan".

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
china, hong kong

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top