PBB Bertemu Presiden, Yusril Sebut Tidak Ada Pembicaraan Soal Kabinet

Menurutnya, PBB juga tidak dalam kapasitas untuk menyodorkan nama untuk mengisi jabatan menteri pada kabinet mendatang.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 01 Agustus 2019  |  16:43 WIB
PBB Bertemu Presiden, Yusril Sebut Tidak Ada Pembicaraan Soal Kabinet
Yusril Ihza Mahendra - Bisnis/Aziz R

Bisnis.com, JAKARTA—Sejumlah pengurus Partai Bulan Bintang (PBB) bertemu dengan Presiden Joko Widodo untuk melakukan silaturahmi.

Sebagai informasi, PBB adalah partai terakhir Koalisi Indonesia Kerja (KIK) yang bertemu Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan. Sebelumnya, partai-partai anggota KIK misalnya Partai Golkar, Partai Nasdem, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Solidaritas Indonesia, Partai Perindo, Partai Hanura, Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia, dan Partai Persatuan Pembangunan sudah terlebih dahulu berkunjung ke Istana.

“Kami sudah bertemu dengan Bapak Presiden sekitar 45 orang anggota DPP [Dewan Pimpinan Pusat] PBB dan juga DPW [Dewan Pimpinan Wilayah]. Pertemuan sifatnya silaturahmi saja dengan Pak Presiden usai pemilu dan pilpres. Pak Jokowi mengatakan terima kasih kepada PBB yang sudah membantu beliau dan juga keaktifan dari kami semua dalam sidang di MK. Alhamdulillah berjlan dengan baik,” kata Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra di Istana Kepresidenan, Kamis (1/8/2019).

Ketika disinggung mengenai adanya pembicaraan soal formasi kabinet, Yusril mengaku pertemuan hanya bersifat silaturahmi dan tidak ada pembicaraan terkait hal itu. Namun, jika partainya diminta untuk membantu pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin mendatang, dia mengaku siap membantu.

“Hanya mengatakan PBB tentu akan membantu beliau, menyukseskan tugas-tugas beliau sebagai Presiden periode 2019-2024 dan insyaallah kita membantu beliau dengan sepenuh hati,” ujarnya.

Menurutnya, PBB juga tidak dalam kapasitas untuk menyodorkan nama untuk mengisi jabatan menteri pada kabinet mendatang.

“Sampai hari ini belum ada pembicaraan tentang masalah itu, jadi kami pun tidak enak kalo harus menyodorkan [nama] sesuatu ya. Lebih baik bersifat pasif saja, terserah kepada Presiden, jadi Presiden akan memilih siapa akan menunjuk siapa,” tambahnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Jokowi, yusril ihza mahendra

Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top