Pertumbuhan Zona Euro Melambat pada Kuartal II/2019

Pertumbuhan ekonomi di kawasan euro mengalami perlambatan setengah kali lebih rendah pada kuartal kedua tahun ini, di mana data terbaru tersebut menandai prospek ekonomi yang memburuk sehingga meningkatkan kemungkinan akan ada lebih banyak stimulus dari Bank Sentral Eropa.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 31 Juli 2019  |  17:40 WIB

Bisnis.com, JAKARTA -- Pertumbuhan ekonomi di kawasan euro mengalami perlambatan setengah kali lebih rendah pada kuartal kedua tahun ini, di mana data terbaru tersebut menandai prospek ekonomi yang memburuk sehingga meningkatkan kemungkinan akan ada lebih banyak stimulus dari Bank Sentral Eropa.

Pendinginan momentum pertumbuhan berisiko memperpanjang fase inflasi terlalu rendah yang membuat para pembuat kebijakan khawatir.

Pada pertemuan terakhir mereka, pejabat ECB memerintahkan staf untuk mempelajari segala opsi mulai dari penurunan suku bunga hingga pembelian aset saat mereka mencari cara untuk menopang perekonomian.

Data terbaru menunjukkan kawasan yang terdiri dari 19 negara tersebut mencatatkan pertumbuhan sebesar 0,2% pada kuartal kedua tahun ini, turun dari realisasi 0,4% pada kuartal sebelumnya.

"Laju pertumbuhan tersebut sesuai dengan ekspektasi pasar. Dengan demikian pertumbuhan ekonomi tahunan menjadi 1,1%, yang merupakan laju terlemah dalam 5 tahun terakhir," seperti dikutip melalui Bloomberg, Rabu (31/7/2019).

Adapun, pertumbuhan inflasi turut melambat pada Juli menjadi sebesar 1,1%, terendah sejak awal 2018, sedangkan faktor pengukur, tidak termasuk komponen volatil seperti makanan dan energi bahkan menjadi lebih lemah.

Kekhawatiran tentang keadaan ekonomi di zona euro dan ekspektasi terhadap kebijakan Bank Sentral Eropa telah mendorong investor ke pasar obligasi Jerman.

Imbal hasil obligasi 10 tahun Jerman berada di bawah minus 0,4 persen, hampir setara dengan tingkat suku bunga deposito ECB saat ini.

Laporan tersebut mengonfirmasi tren yang diamati di beberapa ekonomi terbesar di kawasan itu. Pertumbuhan terlihat melambat di Prancis, Spanyol, Austria, dan Belgia.

Sebagian dari perlambatan yang melanda Eropa terkait dengan ketegangan pada sektor manufaktur dan perdagangan global, di tambah dengan industri Jerman yang mengalami pukulan keras beberapa waktu belakangan.

Angka-angka PDB Jerman belum akan dirilis hingga 14 Agustus, meski demikian proyeksi pertumbuhan untuk zona euro biasanya mencakup beberapa data Jerman yang diberikan kepada Eurostat oleh kantor statistik nasional negara tersebut.

Angka terpisah yang juga dirilis pada Rabu (31/7/2019), menunjukkan peningkatan kecil dalam angka pengangguran Jerman pada Juli.

“Dengan pertumbuhan ekonomi zona euro turun di bawah tren, target ECB bergerak makin jauh untuk dapat dipenuhi. Kami memperkirakan pertumbuhan akan tetap lemah di paruh kedua dan akan ada putaran besar stimulus moneter ECB dari Gubernur Mario Draghi pada bulan September," ujar ekonom Bloomberg, Jamie Rush.

Sejumlah perusahaan di blok ekonomi Eropa tersebut telah mengeluarkan peringatan penurunan laba dalam beberapa pekan terakhir, mengutip pada ketegangan perdagangan dan pertumbuhan global yang terus melemah.

Maskapai penerbangan terbesar Jerman, Deutsche Lufthansa AG, melaporkan kerugian pertama sejak dua setengah tahun terakhir.

Sejauh ini tidak ada potensi rebound yang terlihat dalam waktu dekat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ekonomi eropa

Editor : Achmad Aris

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top