UMM Gagas KKN Internasional Dampingi TKI di Malaysia

Universitas Muhamnwdiyah Malang (UMM) menggagas pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) internasional dengan melakukan pendampingan TKI di Malaysia.
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 30 Juli 2019  |  20:53 WIB
UMM Gagas KKN Internasional Dampingi TKI di Malaysia
Ilustrasi - Praktik mengajar dalam program KKN Internasional Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di Thailand. - Bisnis/Istimewa

Bisnis.com, MALANG – Universitas Muhamnwdiyah Malang (UMM) menggagas pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) internasional dengan melakukan pendampingan TKI di Malaysia.

Direktur Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) UMM Prof. Yus Mochammad Cholily mengatakan salah negara tujuan KKN Internasional UMM adalah Malaysia. Sebagai salah satu kota utama di Malaysia, Kota Kinabalu menjadi tempat bertandang bagi Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

"Tidak heran, juga terdapat banyak TKI ilegal ikut mengadu nasib di kota ini. Ketiadaan kewarganegaraan membuat anak mereka tidak dapat mengenyam pendidikan formal di sekolah resmi di negeri jiran ini," ujarnya di Malang, Jawa Timur, pada Selasa (30/7/2019).

Melihat kondisi itu, kata dia, DPPM UMM akan mengirim mahasiswanya ke Kinabalu khususnya daerah perkebunan kelapa sawit. Pengiriman mahasiswa ini dalam bentuk Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang difokuskan pada pendidikan dan psikologis.

“Mereka hanya bisa bersekolah di Community Learning Center (CLC), tempat pusat pembelajaran warga Indonesia bentukan pemerintah Indonesia," ucapnya.

Namun problemnya, sedikitnya tenaga pengajar di CLC dirasa belum mencukupi untuk menjamin pendidikan yang layak.

Selain di aspek pendidikan, terdapat banyak masalah lain ditemukan. Pelaksanaan CLC di sana masih sangat kurang layak. Bangunannya saja terbuat dari gedek dan seng. Pengajarnya juga hanya satu orang. Mereka perlu diedukasi dari segala macam hal seperti pendidikan, kesehatan, psikologi, dan administrasi.

Kegiatan ini, kata dia,  telah dijembatani oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Kinabalu. DPPM juga merencanakan KKN internasional ini akan dimulai pada tahun ajaran periode 2019/2020 semester mendatang.

Sejauh ini, pihak DPPM UMM sedang menyusun pedoman-pedoman dan mencari dana sponsor untuk KKN ini.

KKN Internasional UMM tahun ini saja sudah diikuti 97 mahasiswa dan dilaksanakan di enam negara yakni Turki, Thailand, Malaysia, China, Kamboja, dan Taiwan.

Para mahasiswa yang terseleksi ini akan mengabdi selama enam minggu dan menjalankan program di tiga bidang, yakni bidang lingkungan, pendidikan, dan kesehatan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
TKI, Universitas Muhammadiyah Malang

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top